Mentan Jelaskan Strategi Pangan Nasional Hadapi New Normal

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan sejumlah strategi mengatasi persoalan pangan di masa new normal. Salah satunya adalah strategi darurat, seperti saat harga ayam jatuh beberapa waktu lalu.

    "Bagi peternak, ayamnya akan dibeli oleh mitra dan difasilitasi penyimpanan berpendingan oleh pemerintah," kata Syahrul dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2020.

    Dalam strategi ini, peningkatan nilai tukar petani (NTP) dengan menaikkan harga jual gabah. Sehingga, target penambahan NTP menjadi 103 poin, lebih tinggi dari beberapa waktu sebelumnya yang hanya 102,09 poin.

    Selanjutnya adalah strategi jangka menengah untuk memaksimalkan ekspor. Salah satunya dengan mengintervensi industri agrikulutur agar tidak memecat karyawannya. Lalu, relaksasi bagi industri padat karya melalui pemberian bibit dan benih agar produksi tetap berjalan.

    Lalu untuk strategi jangka panjangnya yaitu meningkatkan produksi pertanian, ekspor tiga kali lipat, penurunan gagal panen sebesar lima persen, hingga mendorong pertumbuhan petani milenial menjadi 2,5 juta orang.

    Di saat yang bersamaan, ekstensifikasi pangan di lahan rawa juga dilakukan. Lalu, mengoptimalkan 600 ribu hektare lahan sawah untuk 1,5 juta ton beras. Terakhir, pembukaan 160 ribu hektare lahan sawah baru di Kalimantan Tengah.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.