Dirut Garuda: Dana Talangan Akan Digunakan untuk Modal Kerja

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra (tengah) bersama enam direktur lainnya dalam acara temu media di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Kamis, 23 Januari 2020. TEMPO/Francisca

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra (tengah) bersama enam direktur lainnya dalam acara temu media di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Kamis, 23 Januari 2020. TEMPO/Francisca

    TEMP.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan Setiaputra memastikan dana talangan yang digelontorkan pemerintah kepada perseroan tidak akan dipakai untuk membayar utang. Keputusan itu sesuai dengan arahan Kementerian Keuangan kepada perusahaan.

    "Sinyal utama yang sudah disampaikan Kementerian Keuangan, ini (dana talangan) tidak boleh diperuntukkan buat bayar sukuk," tutur Irfan dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Jumat, 5 Juni 2020.

    Garuda rencananya akan menerima stimulus berbentuk dana talangan sebesar Rp 8,5 triliun dari pemerintah. Stimulus ini merupakan rangkaian dari skema Penyelamatan Ekonomi Nasional (PEN) terhadap sektor-sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19.

    Dalam penggunaanya, Irfan menyebut, peruntukan dana talangan harus disesuaikan dengan instrumen yang dipersyaratan oleh pemerintah. Musababnya, menurut dia, dana talangan tersebut merupakan dana pinjaman alias bantuan berbentuk loan sehingga penggunaannya mesti dirundingkan bersama antara perusahaan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    Sebelum dicairkan, dana talangan juga harus disepakati jangka waktu dan skema pembayaran pengembaliannya serta rincian pemakaiannya. "Kami sedang menjajaki instrumen penggunaannya untuk apa saja. Secara implisit, instrumen itu mesti yang bisa diterima oleh Kementerian Keuangan," ucapnya.

    Namun, Irfan menerangkan, sudah ada beberapa rencana pemanfaatan dana talangan yang telah disepakati oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN. Di antaranya untuk modal kerja serta efisiensi perusahaan.

    Adapun saat ini, ia berharap dana talangan segera diturunkan mengingat kondisi keuangan perusahaan semakin hari semakin kritis. Dengan bantuan ini, Irfan berharap likuiditas perseroan akan lebih sehat sehingga seusai pandemi nanti, maskapai penerbangan dapat lebih kompetitif.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.