Ratusan Operator Pariwisata Bali Siap Sambut New Normal

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga negara asing membawa papan selancar ketika masa pandemi virus corona (Covid-19) di Pantai Batu Bolong, Canggu, Kabupaten Badung, Bali, 31 Mei 2020. Dinas Pariwisata Kabupaten Badung melonggarkan beberapa pantai di Bali untuk kegiatan olahraga berselancar. Johannes P. Christo

    Seorang warga negara asing membawa papan selancar ketika masa pandemi virus corona (Covid-19) di Pantai Batu Bolong, Canggu, Kabupaten Badung, Bali, 31 Mei 2020. Dinas Pariwisata Kabupaten Badung melonggarkan beberapa pantai di Bali untuk kegiatan olahraga berselancar. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pasar ASEAN dan Asita Bali Febrina Budiman mengatakan 400 operator pariwisata telah bersiap menjalankan protokol pemerintah untuk menyambut normal baru. Protokol ini akan mengedepankan sisi kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kebutuhan utama pelancong.

    "Kami sangat optimistis bahwa kami bisa berteman dengan Covid-19," kata Febrina Budiman dalam keterangannya, Jumat, 5 Juni 2020.

    Febrina menjelaskan, Asita Bali sudah merancang sejumlah prosedur untuk wisatawan dan pekerja di lapangan seumpama sektor pariwisata kembali diaktifkan. Ia menjamin, prosedur itu akan dilakukan ketat bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

    Adapun prosedur yang dimaksud dimulai dari sebelum kedatangan wisatawan, saat tiba di bandara dan menuju hotel, saat melakukan aktivitas tur, hingga kembali ke bandara. "Dengan kata lain industri sepenuhnya siap memberikan rasa nyaman dan aman serta pengalaman baru bagi wisatawan dalam tatanan kenormalan baru pariwisata," tturnya.

    Meski demikian, ia menyatakan masih menunggu pemerintah terkait keputusan untuk membuka pintu wisata. Adapun Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya mengatakan, sejak awal, pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah mitigasi dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

    Bahkan, menurut dia, saat ini Kementerian sedang merancang sistem kenormalan baru pariwisata dan ekonomi kreatif melalui program Cleanliness, Health, and Safety (CHS) yang melibatkan dunia industri. "Sebelum membuka destinasi, kita perlu membangun rasa percaya diri agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan," kata Nia Niscaya.

    Dalam program tersebut Kemenparekraf membagi program itu dalam dua tahapan. Di antaranya "Gaining Confidence" dan "Appealing. Gaining Confidence adalah tahap penyiapan protokol CHS yang nantinya akan dikemas melalui video tutorial serta buku panduan. Nantinya, video atau buku itu bisa dipakai pemangku kepentingan pariwisata seperti hotel, restoran, pusat perbelanjaan, destinasi wisata, dan lainnya untuk menjalankan protokol di masa pandemi.

    Sementara itu, tahap "Appealing" adalah tahap promosi yang melibatkan beberapa pihak, seperti travel agen. "Kemudian juga membuat paket tur bersama airlines dan travel agent," ucap dia. Selanjutnya pada tahap ini, Kementerian bakal menyiapkan penyelenggaraan kegiatan MICE dalam skala kecil.

    Meski begitu, Nia memastikan pembukaan destinasi tergantung kepada keputusan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan pemerintah daerah. "Karena setiap destinasi tentu memiliki situasi dan kondisi yang berbeda," katanya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.