BUMN Siapkan Rencana Penggunaan Dana Talangan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir menggenangi Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu 1 Januari 2020. Banjir menjadi kado Tahun Baru 2020. Banjir terjadi di hampir wilayah Jabodetabek imbas turunnya hujan sejak Selasa malam hingga pagi ini. Banjir membuat lumpuh aktivitas sebagian warga Jakarta untuk mengawali tahun 2020. Bahkan sejumlah perjalanan kereta api di area PT KAI Daop 1 Jakarta mengalami gangguan. Stasiun Tanah Abang kebanjiran, KRL ke Serpong dan KA Bandara Berhenti Beroperasi. TEMPO/Subekti.

    Banjir menggenangi Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu 1 Januari 2020. Banjir menjadi kado Tahun Baru 2020. Banjir terjadi di hampir wilayah Jabodetabek imbas turunnya hujan sejak Selasa malam hingga pagi ini. Banjir membuat lumpuh aktivitas sebagian warga Jakarta untuk mengawali tahun 2020. Bahkan sejumlah perjalanan kereta api di area PT KAI Daop 1 Jakarta mengalami gangguan. Stasiun Tanah Abang kebanjiran, KRL ke Serpong dan KA Bandara Berhenti Beroperasi. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mengalokasikan dana talangan untuk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara (Persero), serta Perum Perumnas. Perseroan berharap bantuan total untuk BUMN senilai Rp 19,65 triliun tersebut segera terealisasi.

    Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menuturkan kondisi perusahaan tertekan akibat dampak Covid-19 selama tiga bulan terakhir. "Permintaan baja turun hingga 50 persen," katanya, Kamis 4 Mei 2020. Kondisi tersebut membuat arus kas perusahaan tersendat.

    Tekanan yang sama dialami PT Kereta Api Indonesia (Persero). Vice President Public Relation KAI Joni Martinus menyatakan pandemi telah menyebabkan penurunan penumpang hingga 93 persen. "Angkutan barang sampai akhir April mengalami penurunan mencapai 10 persen," kata dia.

    Kondisi tersebut membuat arus kas perusahaan defisit. Hingga Juni 2020, defisit diperkirakan mencapai Rp 3,5 triliun. Rencananya dana talangan dari pemerintah akan digunakan untuk mengurangi defisit tersebut. "Dana talangan ini juga akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional selama pandemi," tuturnya.

    Sementara itu Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan peruntukkan dana talangan dari pemerintah masih dalam pembahasan. "Pembahasannya dipimpin oleh Kementerian Keuangan," kata dia.

    Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan dana talangan untuk kelima BUMN itu diberikan sebagai modal kerja jangka pendek. "Pemerintah talangi investasinya dengan harapan BUMN bersangkutan bisa bergerak," tutur dia. Pasalnya perusahaan yang terpilih memiliki pengaruh besar terhadap hajat hidup masyarakat. Perseroan nantinya diwajibkan mengembalikan dana tersebut dalam waktu tertentu dengan bunga yang nantinya akan ditentukan.

    Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata memastikan skema dana talangan disusun dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan. "Esensinya untuk memberikan modal kerja dengan bunga yang relatif murah dan tidak mahal sehingga bisa bertahan," katanya.

    Anggaran yang dialokasikan dalam program pemulihan ekonomi nasional untuk masing-masing perusahaan tak sama. Garuda Indonesia diberi dana sebesar Rp 8,5 triliun sementara KAI sebesar Rp 3,5 triliun. Pemerintah memberikan dana talangan sebesar Rp 4 triliun untuk PTPN dan Rp 650 miliar untuk Perum Perumnas. Sementara Krakatau Steel akan mendapat dana talangan sebesar Rp 3 triliun.

    CAESAR AKBAR | HENDARTYO HANGGI | VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.