Adhi Karya Bagi-bagi Dividen Rp 66,4 Miliar

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembangunanstasiun kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) di kawasan Taman Mini, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019. Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pundjung Setya Brata, mengatakan pembangunan LRT Jabodebek sudah mencapai 56,41 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja menyelesaikan pembangunanstasiun kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) di kawasan Taman Mini, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019. Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pundjung Setya Brata, mengatakan pembangunan LRT Jabodebek sudah mencapai 56,41 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -  PT Adhi Karya (Persero) Tbk pada tahun buku 2019 mencatatkan laba bersih senilai Rp 663,8 miliar. Namun perseroan hanya mengalokasikan untuk dividen tunai sebanyak 10 persen dari total laba atau Rp Rp 66,4 miliar.

    Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson mengungkapkan pertimbangan perusahaan pelat merah itu  membagikan dividen hanya 10 persen, karena di tengah pandemi Covid-19, perseroan membutuhkan dana untuk kepentingan modal kerja, operasional, maupun kepentingan penopang investasi.

    "Terus terang, dengan pandemi yang sekarang ini, ada beberapa proyek yang digeser. Kemudian ada klien-klien juga yang kesulitan," kata Entus di Jakarta, Kamis 4 Juni 2020.

    Adapun dari total dividen senilai Rp 66,4 miliar  dibagikan kepada Pemegang Saham yang dibayarkan dengan ketentuan 51 persen saham atau senilai Rp 33,8 miliar merupakan dividen bagian Negara Republik Indonesia yang akan disetorkan ke Kas Umum Negara.

    Lalu sisa laba bersih yang tersisa 90 persen atau sebanyak Rp 597 miliar digunakan sebagai saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya. Entus mengatakan Adhi Karya pun telah melakukan langkah mitigasi dengan memilah pekerjaan-pekerjaan yang akan diteruskan dan yang dihentikan, karena terdampak oleh pandemi Covid-19.

    Selain membagikan dividen, pada agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  perseroan juga melakukan perombakan jajaran komisaris dan direksi. Pemegang saham sepakat menunjuk Entus Asnawi Mukhson yang sebelumnya merupakan direktur keuangan perseroan menjadi direktur utama menggantikan Budi Harto. Selain itu, Komisaris Utama Adhi Karya yang semula adalah Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman, kini ditempati oleh Dodi Usodo Hargo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.