Fintech Indodana Resmi Kantongi Izin Usaha dari OJK

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga memindai barcode saat memberikan sedekah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis 5 Desember 2019. Penggunaan layanan fintech tersebut untuk memudahkan masyarakat yang ingin menyumbangkan sebagian penghasilan untuk sosial serta mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi secara non tunai. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Seorang warga memindai barcode saat memberikan sedekah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis 5 Desember 2019. Penggunaan layanan fintech tersebut untuk memudahkan masyarakat yang ingin menyumbangkan sebagian penghasilan untuk sosial serta mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi secara non tunai. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan financial technology atau fintech lending PT Artha Dana Teknologi (Indodana) resmi mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 3 Juni 2020. Status ini meningkat dari sebelumnya yang hanya terdaftar dan diawasi oleh OJK sejak 20 Maret 2018.

    “Izin usaha ini merupakan salah satu bukti keberhasilan Indodana dalam memperkuat sistem keamanan layanan fintech lending online,” kata Direktur Utama Indodana Ronny Wijaya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2020.

    Status izin usaha ini diberikan OJK setelah Indodana memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya seperti penerapan keamanan sistem informasi berupa ISO 27001. “Ini adalah standar internasional sistem manajemen keamanan informasi,” kata Ronny.

    Indodana tidak sendiri. Selain Indodana, ada tujuh fintech lainnya yaitu PinjamModal, DanaRupiah, Julio, AwanTunai, PinjamWinWin, AlamiSharia, dan juga Taralite milik Grup Ovo.

    Setelah mengantongi izin usaha ini, Ronny mengatakan Indodana akan terus meningkatkan layanannya. Indodana fokus untuk meningkatkan layanan bagi masyarakat yang unbanked. Sehingga, kelompok masyarakat ini bisa mendapatkan layanan dengan, mudah, dan aman.

    Lalu seperti fintech lainnya, Indodana pun kini sudah memberikan layanan paylater untuk berbagai kebutuhan belanja. Plafonnya mencapai Rp 10 juta. “Syarat yang muda dan aman digunakan,” kata dia.

    Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi mengatakan saat ini 161 anggota asosiasi. Dari jumlah itu, kata dia, 33 fintech pinjaman online yang mengantongi lisensi dari OJK. “Selamat kepada member AFPI yang memperoleh izin usaha dari OJK,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BUMN Bio Farma Produksi Vaksin Virus Corona 2021, Ada Syaratnya

    Bio Farma memerlukan akan produksi vaksin virus corona awal 2021 bila semua syarat terpenuhi. BUMN itu bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd.