Luhut Perkirakan Pintu untuk Turis Asing Dibuka Mulai September

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pesan kepada warga muslim memasuki bulan suci Ramadan ini. Pesan yang disampaikan dalam video pendek ini diunggah di YouTube, Jumat dini hari, 24 April 2020. Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pesan kepada warga muslim memasuki bulan suci Ramadan ini. Pesan yang disampaikan dalam video pendek ini diunggah di YouTube, Jumat dini hari, 24 April 2020. Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memperkirakan pengoperasian sejumlah destinasi wisata akan dilakukan secara bertahap. Menurut Luhut, kegiatan pariwisata akan lebih dulu dimulai dengan mobilisasi turis domestik.

    "Dari hasil studi yang dibuat, turis domestik itu paling cepat baru bisa jalan mungkin di Juli akhir atau Agustus. Kalau turis luar negeri saya kira masih bertahap, mungkin baru September. Tapi kita lihat perkembangan ini," ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 Juni 2020.

    Luhut menegaskan bahwa pemerintah akan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat di daerah-daerah tujuan turis yang berstatus zona hijau. Sejalan dengan itu, dia mendorong adanya penyusunan protokol untuk sejumlah dunia usaha dalam menghadapi era normal normal baru.

    Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu pun meminta penyusunan protokol usaha dipelopori oleh Kementerian Kesehatan. Luhut telah menyampaikannya dalam rapat koordinasi protokol pelaksanaan usaha di era kenormalan baru bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

    "Para pelaku industri banyak yang bingung karena informasi yang ada banyak yang berbeda. Saya sarankan Kemenkes dan satgas me-lead ini, disamakan, tapi tanpa mengubah spesifik-spesifik di industri-industri tersebut," katanya.

    Luhut menekankan agar penyusunan protokol industri tetap mengacu pada standar penanggulangan Covid-19. Protokol itu meliputi penerapan jaga jarak (physical distancing), penggunaan masker, dan penyediaan sarana cuci tangan.

    Lebih lanjut, Luhut pun meminta Kepala Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Doni Monardo untuk melakukan pembaruan data penanganan virus corona di Indonesia secara berkala melalui aplikasi Bersatu Lawan Covid-19. Luhut menyatakan bahwa data akurat bakal menjadi acuan bagi dunia internasional untuk menilai keseriusan Indonesia dalam menangani masalah wabah.

    "(Data itu) Jadi acuan orang-orang yang di luar negeri yang mau datang ke Indonesia. World Bank berikan apresiasi kepada Indonesia. Saya paparkan mengenai penanganan Covid yang dari Pak Doni, mereka happy lihat itu," tutu Luhut.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BUMN Bio Farma Produksi Vaksin Virus Corona 2021, Ada Syaratnya

    Bio Farma memerlukan akan produksi vaksin virus corona awal 2021 bila semua syarat terpenuhi. BUMN itu bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd.