Jelang New Normal, LSPR Siapkan Lima Protokol Belajar-Mengajar

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prita Kemal Gani Founder & CEO LSPR Communication & Business Institute

    Prita Kemal Gani Founder & CEO LSPR Communication & Business Institute

    INFO BISNIS  Krisis Covid-19 bukanlah masalah sederhana dan merupakan tantangan, terutama bagi pengelola pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Untuk kembali normal pun membutuhkan waktu yang cukup panjang.

    Rencana pemerintah Indonesia melonggarkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pada Juni ini, direspon London School Public Relations (LSPR) Communication & Business Institute dengan mempersiapkan sejumlah protokol belajar-mengajar pada masa new normal.

    Pertimbangan utama dalam protokol ini adalah keamanan kesehatan dan kenyamanan mahasiswa, staf, karyawan, dan dosen dalam mengikuti proses belajar-mengajar.

    “LSPR memiliki 5.000 mahasiswa, 325 staf, dan 260 orang pengajar. Oleh karena itu, kami sudah jauh-jauh hari mempersiapkan hal ini sejak awal Maret 2020. Pada saat WFH (work from home), kami juga harus berpikir kreatif untuk merancang strategi dalam menghadapi pandemi ini,” ucap Founder & CEO LSPR Communication & Business Institute, Prita Kemal Gani.

    Menurutnya, LSPR beruntung karena sudah memiliki pengalaman dengan e-learning di program PJJ (pembelajaran jarak jauh) sejak lima tahun lalu. “Jadi, kami sudah punya learning management system, e-learning strategy, memiliki ratusan modul yang sudah dibuat dalam bentuk online dan sebagainya,” ucapnya.

    Cafetaria LSPR

    Menjelang pelonggaran PSBB hingga new normal nanti, berikut adalah lima strategi yang telah disiapkan LSPR:

    1. Mempersiapkan Online Learning/e-Learning

    Online learning yang dipersiapkan LSPR bukan sekadar percepatan teknologi dan mendigitalisasi apa yang ada di class room, namun juga materi yang mengandung Wow Effect dan Engagement, agar mahasiswa dapat tertarik mengikuti kelas online.

    1. Mempersiapkan Rules Selama Mengikuti Kelas Online

    LSPR telah menetapkan aturan untuk diikuti oleh mahasiswa dan dosennya ketika kelas online berlangsung, semua harus rapi layaknya sedang kuliah offline di kampus. Dengan demikian, e-learning environment yang menyenangkan dapat terasa.

    1. Mempersiapkan Student Hotline Service

    Untuk menjawab kebutuhan mahasiswa dalam bimbingan akademik, bimbingan tesis, hingga konseling masalah studi dan karir mereka, LSPR menghadirkan Student Hotline Services.

    1. Mempersiapkan Kelas Offline dengan Protokol yang Ketat

    LSPR mempersiapkan ruang kelas offline yang dapat diikuti mahasiswa dengan jumlah separuhnya. Selain itu, durasi di dalam kelas pun tidak bisa selama seperti dalam kondisi normal. Jika dulu dalam sehari ada 3 shift, maka sekarang LSPR membuatnya dalam 6 shift.

    1. Mempersiapkan Protokol Kesehatan dan Physical Distancing

    Selama diberlakukan kelas offline, mahasiswa, pengajar dan staf yang akan memasuki kampus harus mengikuti standar protokol kesehatan dan physical distancing.

    Prita menuturkan, sebelum masuk kampus, mereka harus melalui chamber (berisi air sabun). Kemudian, mengatur jarak fisik dan harus menggunakan hand sanitizer yang sudah disediakan. Selanjutnya, mereka harus cuci tangan lagi dengan sabun dan check suhu tubuh melalui perangkat otomatis.

    “Mereka juga harus memakai masker yang akan dibagikan, di mana kami sudah menjahit ribuan masker berlogo LSPR. Untuk dosen dan staf, mereka akan menggunakan face shield,” ujar Prita.

    Ruang kelas yang sudah di-setting jaga jarak.

    Prita menegaskan bahwa kampanye dan sosialisasi telah dilakukan melalui media sosial seperti Youtube dan Instagram, hingga website resmi kampus. “Bahkan, kami juga punya Tim Gugus Covid-19, yang kami sudah persiapkan betul untuk menangani mereka yang terdeteksi terinfeksi Covid-19,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Nyoblos di Saat Pandemi, Pilkada Berlangsung pada 9 Desember 2020

    Setelah tertunda karena wabah Covid-19, KPU, pemerintah, dan DPR memutuskan akan menyelenggarakan Pilkada 2020 pada 9 Desember di tahun sama.