Dipecat Jadi Bos TVRI, Helmy Yahya Batal Menggugat Karena Ini

Gestur Mantan Direktur Utama TVRI Helmy Yahya di sela mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Direktur Utama TVRI Helmy Yahya resmi mencabut gugatan atas pemberhentiannya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Salah satu alasan dibalik pencabutan ini adalah beratnya melakukan transformasi di tubuh TVRI jika Ia kembali lagi menjabat sebagai Dirut.

“Saya masih akan bertemu empat Dewan Pengawas yang jelas memberhentikan saya,” kata Helmy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2020.

Sebab, kata dia, banyak sekali kebijakan di TVRI yang membutuhkan approval atau persetujuan dari Dirut. Sehingga, dia tidak akan pernah bekerja maksimal dalam melanjutkan transformasi di tubuh lembaga penyiaran publik ini.

Helmy Yahya sebelumnya dilantik menjadi Dirut TVRI pada 29 November 2017. Dalam perjalanan, terjadi konflik dengan Dewan Pengawas TVRI yang berujung pada pemberhentian Helmy Yahya secara hormat. Selain Helmy, tiga direksi lainnya pun ikut diberhentikan.

Adapun pengumuman pencabutan ini disampaikan Helmy Yahya beberapa hari setelah sutradara Iman Brotoseno dilantik menjadi direktur utama pengganti antar waktu pada 27 Mei 2020. Iman akan menjabat selama dua tahun dari 2020 sampai 2022.

Tak hanya soal Dewan Pengawas, Helmy menjelaskan beberapa alasan beratnya melakukan transformasi kembali di tubuh TVRI. Alasan kedua yaitu tiga direksi lainnya di bawah Helmy Yahya juga sudah diberhentikan. Padahal, Helmy menyebut mereka adalah tim yang solid. “Jadi saya tidak mungkin kerja full speed,” kata dia.

Alasan ketiga karena polarisasi yang terjadi di tubuh TVRI sudah sangat tajam. Helmy berharap, dengan pencabutan gugatan ini, TVRI bisa kembali kondusif. Beberapa waktu terakhir, konflik internal di tubuh TVRI kembali memanas antara Dewas dan Komite Penyelamat TVRI yang menggugat proses pemilihan Iman Brotoseno.

Dalam konferensi pers ini, Helmy Yahya juga menceritakan kembali bahwa dulunya, Ia menggugat ke PTUN untuk memperjuangkan nasib tunjangan kinerja atau tunjangan kinerja karyawan TVRI. Sebab, 17 bulan lamanya ribuan karyawan TVRI tak mendapat tunjangan kinerja . Padahal, Peraturan Pemerintah (PP) sudah cair.

Untuk mencairkan tunjangan kinerja , harus ada surat pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang diteken langsung dirut definitif. Belum sempat surat diajukan, Helmy sudah kadung diberhentikan Dewan Pengawas. Sehingga, Helmy pun mengajukan gugatan ke PTUN untuk memperjuangkan nasib tunjangan kinerja karyawan TVRI ini.

Tapi kini, Helmy telah mendengar anggaran belanja tambahan tersebut sudah atau akan diajukan. Sehingga, pencabutan gugatan PTUN pun dilakukan. Helmy pun berharap, tunjangan kinerja karyawan yang Ia perjuangkan bisa segera cari. “Mungkin hanya TVRI yang belum dapat tunjangan kinerja ,” kata dia.

Tempo kemudian menanyakan apakah pencabutan ini dilakukan karena TVRI sudah memiliki dirut baru. Helmy pun menjawab bahwa secara pribadi, Ia tidak ingin nantinya gugatan di PTUN menghasilkan dua Dirut TVRI.

Helmy tidak ingin ada persoalan lagi di TVRI. Ia mengaku lebih memilih mundur agar pimpinan TVRI sekarang bisa bekerja dengan baik. “TVRI makin baik dan tunjangan kinerja karyawan bisa keluar,” kata dia.






Jokowi Telah Kirimkan 15 Nama Calon Dewan Pengawas LPP TVRI ke DPR

14 hari lalu

Jokowi Telah Kirimkan 15 Nama Calon Dewan Pengawas LPP TVRI ke DPR

Johnny G. Plate mengatakan Presiden Jokowi telah mengirimkan 15 nama calon anggota dewan pengawas LPP TVRI ke DPR


Jalan Panjang 60 Tahun TVRI, Apa Acara yang Masih dalam Kenangan?

40 hari lalu

Jalan Panjang 60 Tahun TVRI, Apa Acara yang Masih dalam Kenangan?

Sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia, TVRI memiliki sejarah panjang. Berbagai acara pernah lekat di masyarakat, acara apakah favoritmu dulu?


Kelahiran TVRI dan 24 Agustus Sebagai Hari Televisi Nasional

40 hari lalu

Kelahiran TVRI dan 24 Agustus Sebagai Hari Televisi Nasional

Pemerintah Indonesia pada 1961 memutuskan untuk memasukkan proyek media massa televisi (TVRI) ke dalam proyek pembangunan Asian Games IV 1962.


24 Agustus 1962: Kilas balik TVRI Mengudara Perdana Siaran Langsung Asian Games IV

41 hari lalu

24 Agustus 1962: Kilas balik TVRI Mengudara Perdana Siaran Langsung Asian Games IV

Tanggal tersebut saat ini dikenal sebagai hari kelahiran Televisi Republik Indonesia atau TVRI sebagai jaringan televisi pertama di Indonesia


Moeldoko Ingatkan Lembaga Penyiaran Publik Suarakan Kinerja Pemerintah

53 hari lalu

Moeldoko Ingatkan Lembaga Penyiaran Publik Suarakan Kinerja Pemerintah

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai sekarang ruang publik dipenuhi oleh isu negatif, disinformasi, dan berita bohong.


Rekam Jejak Pemerintah Orde Baru yang Alergi Rambut Gondrong

4 Agustus 2022

Rekam Jejak Pemerintah Orde Baru yang Alergi Rambut Gondrong

Pada masa pemerintahan Orde Baru, rambut gondrong mendapatkan stigma negatif, bahkan dilarang.


Pak Kasur, Sosok Legendaris Dunia Anak-Anak Indonesia, Begini Asal Namanya

28 Juli 2022

Pak Kasur, Sosok Legendaris Dunia Anak-Anak Indonesia, Begini Asal Namanya

Pak Kasur salah satu tokoh di Indonesia yang erat kaitannya dengan isu pendidikan anak-anak. Begini profilnya.


Persahabatan Bob Tutupoly dan Koes Hendratmo, Duo Legenda Pembawa Acara Kuis pada Masanya

6 Juli 2022

Persahabatan Bob Tutupoly dan Koes Hendratmo, Duo Legenda Pembawa Acara Kuis pada Masanya

Dua sahabat karib ini, Bob Tutupoly dan Koes Hendratmo merupakan pembawa acara kondang pada masanya. Apa saja acara kuis yang pernah mereka bawakan?


Orang Lama Pasti Tahu Pak Tino Sidin, Jadi Satu Nama Jalan Baru di Jakarta

2 Juli 2022

Orang Lama Pasti Tahu Pak Tino Sidin, Jadi Satu Nama Jalan Baru di Jakarta

Pemprov DKI Jakarta mengganti 22 nama jalan, salah satunya Jalan Cikini VII di Jakarta Pusat menjai Jalan Tino Sidin. Orang lama pasti tahu siapa dia.


Ajak Anak Muda Naik LRT, Rizal Armada Bikin Pagi di Palembang Berkeringat

11 Juni 2022

Ajak Anak Muda Naik LRT, Rizal Armada Bikin Pagi di Palembang Berkeringat

Kedatangan Rizal Armada ke kampung halamannya ini untuk mengajak warga Kota Palembang agar kembali mempopulerkan penggunaan LRT.