Mantan Dirut TVRI Helmy Yahya Prihatin dengan Tagar #BoikotTVRI

Gestur Mantan Direktur Utama TVRI Helmy Yahya di sela mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Direktur Utama TVRI Helmy Yahya merasa prihatin dengan adanya tagar #BoikotTVRI yang sempat muncul di media sosial. Tagar itu muncul setelah sutradara Iman Brotoseno dilantik menjadi Direktur Utama Pengganti Antarwaktu (PAW) TVRI, menggantikan Helmy.

“TVRI itu TV publik, semua negara berdaulat memerlukan TV publik yang baik, kuat, independen, imparsial, memberikan edukasi, informasi, hiburan yang sehat pada rakyat,” kata Helmy dalam konferensi pers pengumuman pencabutan gugatan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)  di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2020.

Helmy kemudian mencontohkan televisi seperti BBC di Inggris, NHK di Jepang, KBS di Korea Selatan, hingga ABC di Australia. Semua televisi ini, kata Helmy, sangat kuat dan dibutuhkan di negaranya untuk memberikan pelayanan publik di masyarakat.

Sebelumnya pada 27 Mei 2020, sutradara Iman Brotoseno resmi dilantik menjadi Dirut PAW TVRI untuk masa tugas 2020-2022. Iman menggantikan Helmy yang pada 16 Januari 2020 sudah diberhentikan dengan hormat oleh Dewan Pengawas TVRI.

Setelah pelantikan, muncullah kontroversi karena rekam jejak Iman yang dinilai partisan secara politik dan beberapa kali menyampaikan komentar vulgar di twitter. Saat itulah, lini masa twitter bermunculan tagar seperti #BoikotTVRI hingga #DirutBokep. 

Meski demikian, Iman mengatakan dirinya bertanggung jawab atas segala perkataan yang sudah Ia lakukan di masa silam. “Kita semua punya rekam jejak digital dan peristiwa masa lalu,” kata dia.

Meski demikian, Helmy tidak ingin berkomentar lebih jauh soal rekam jejak dan kontroversi Iman Brotoseno. Ia juga tidak bersedia berkomentar karakter Dirut seperti apa yang cocok memimpin lembaga penyiaran publik seperti TVRI.

Menurut Helmy, semua ketentuan soal karakter Dirut TVRI sudah tertuang di dalam Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah. “Jadi saya mungkin tidak bijak untuk berkomentar, saya orang yang berpikir positif,” kata dia.

Saat ini, Helmy pun resmi mengumumkan pencabutan gugatan atas pemberhentiannya di PTUN. Ia  tak ingin ada lagi persoalan baru karena pimpinan baru sudah dilantik. Ia kini hanya berharap tunjangan kinerja atau tukin karyawan TVRI yang sudah molor 17 bulan, bisa segera cair.

Tukin adalah salah satu alasan Helmy dulunya mengajukan gugatan di PTUN. Sebab, surat pengajuan dana tukin harus diteken Dirut TVRI definitif. Tapi, Helmy Yahya sudah lebih dulu dipecat sebelum sempat menandatangani surat tersebut.






Jokowi Telah Kirimkan 15 Nama Calon Dewan Pengawas LPP TVRI ke DPR

11 hari lalu

Jokowi Telah Kirimkan 15 Nama Calon Dewan Pengawas LPP TVRI ke DPR

Johnny G. Plate mengatakan Presiden Jokowi telah mengirimkan 15 nama calon anggota dewan pengawas LPP TVRI ke DPR


Jalan Panjang 60 Tahun TVRI, Apa Acara yang Masih dalam Kenangan?

36 hari lalu

Jalan Panjang 60 Tahun TVRI, Apa Acara yang Masih dalam Kenangan?

Sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia, TVRI memiliki sejarah panjang. Berbagai acara pernah lekat di masyarakat, acara apakah favoritmu dulu?


Kelahiran TVRI dan 24 Agustus Sebagai Hari Televisi Nasional

37 hari lalu

Kelahiran TVRI dan 24 Agustus Sebagai Hari Televisi Nasional

Pemerintah Indonesia pada 1961 memutuskan untuk memasukkan proyek media massa televisi (TVRI) ke dalam proyek pembangunan Asian Games IV 1962.


24 Agustus 1962: Kilas balik TVRI Mengudara Perdana Siaran Langsung Asian Games IV

37 hari lalu

24 Agustus 1962: Kilas balik TVRI Mengudara Perdana Siaran Langsung Asian Games IV

Tanggal tersebut saat ini dikenal sebagai hari kelahiran Televisi Republik Indonesia atau TVRI sebagai jaringan televisi pertama di Indonesia


Moeldoko Ingatkan Lembaga Penyiaran Publik Suarakan Kinerja Pemerintah

50 hari lalu

Moeldoko Ingatkan Lembaga Penyiaran Publik Suarakan Kinerja Pemerintah

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai sekarang ruang publik dipenuhi oleh isu negatif, disinformasi, dan berita bohong.


Rekam Jejak Pemerintah Orde Baru yang Alergi Rambut Gondrong

58 hari lalu

Rekam Jejak Pemerintah Orde Baru yang Alergi Rambut Gondrong

Pada masa pemerintahan Orde Baru, rambut gondrong mendapatkan stigma negatif, bahkan dilarang.


Pak Kasur, Sosok Legendaris Dunia Anak-Anak Indonesia, Begini Asal Namanya

28 Juli 2022

Pak Kasur, Sosok Legendaris Dunia Anak-Anak Indonesia, Begini Asal Namanya

Pak Kasur salah satu tokoh di Indonesia yang erat kaitannya dengan isu pendidikan anak-anak. Begini profilnya.


Persahabatan Bob Tutupoly dan Koes Hendratmo, Duo Legenda Pembawa Acara Kuis pada Masanya

6 Juli 2022

Persahabatan Bob Tutupoly dan Koes Hendratmo, Duo Legenda Pembawa Acara Kuis pada Masanya

Dua sahabat karib ini, Bob Tutupoly dan Koes Hendratmo merupakan pembawa acara kondang pada masanya. Apa saja acara kuis yang pernah mereka bawakan?


Orang Lama Pasti Tahu Pak Tino Sidin, Jadi Satu Nama Jalan Baru di Jakarta

2 Juli 2022

Orang Lama Pasti Tahu Pak Tino Sidin, Jadi Satu Nama Jalan Baru di Jakarta

Pemprov DKI Jakarta mengganti 22 nama jalan, salah satunya Jalan Cikini VII di Jakarta Pusat menjai Jalan Tino Sidin. Orang lama pasti tahu siapa dia.


Ajak Anak Muda Naik LRT, Rizal Armada Bikin Pagi di Palembang Berkeringat

11 Juni 2022

Ajak Anak Muda Naik LRT, Rizal Armada Bikin Pagi di Palembang Berkeringat

Kedatangan Rizal Armada ke kampung halamannya ini untuk mengajak warga Kota Palembang agar kembali mempopulerkan penggunaan LRT.