Pasar Optimistis Sambut New Normal, IHSG Paling Moncer di Asia

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jurnalis melakukan sesi wawancara di dekat refleksi layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Jurnalis melakukan sesi wawancara di dekat refleksi layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia hari ini melesat ke zona hijau. Moncernya performa IHSG ini ditopang oleh aksi beli investor asing khususnya terhadap dua saham perbankan berkapitalisasi jumbo.

    Berdasarkan data Bloomberg, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 1,98 persen atau 93,895 poin ke level 4.847,507 pada penutupan perdagangan, Selasa 2 Juni 2020 sore. Sepanjang sesi perdagangan, 245 saham tercatat menguat, 155 terkoreksi, dan 169 stagnan.

    Data Bloomberg, IHSG mampu mengungguli indeks lain di Asia Pasifik. Penguatan IHSG hanya kalah dari FTSE Straits Times Index (STI) yang mampu menguat 2,04 persen.

    Analis Binaartha Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan para pelaku pasar mengapresiasi pembukaan kembali atau reopening aktivitas ekonomi secara bertahap baik di dalam maupun luar negeri. “Skenario kondisi new normal atau normal yang baru memberikan dampak psikologis positif bagi para pelaku pasar menjadi lebih optimistis. Adapun, data-data inflasi masih cenderung stabil,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa.

    Sektor saham keuangan menjadi penopang penguatan IHSG dengan menguat 3,93 persen. Di posisi kedua, sektor saham pertambangan menempel dengan 2,62 persen. Total nilai transaksi di pasar reguler, tunai, dan negosiasi mencapai Rp 11,991 triliun. Investor asing mencetak net buy atau beli bersih Rp 872,23 miliar hingga akhir sesi perdagangan.

    Pada sesi perdagangan Selasa (2/6/2020), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi incaran utama investor asing. Saham bank BUMN ini mencatat nilai net buy sebesar Rp 659,2 miliar. Adapun PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengekor di urutan kedua dengan Rp 169,3 miliar.

    Di posisi ketiga, perusahaan telekomunikasi pelat merah, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga menjadi incaran investor asing. Saham Telkom menempati urutan ketiga daftar top net foreign buy dengan nilai Rp 70 miliar.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.