Riset: Indeks Manufaktur Indonesia Terendah Kedua di ASEAN

Pekerja menyelesaikan produksi kain sarung di Pabrik Tekstil Kawasan Industri Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat 4 Januari 2019. Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) pada tahun 2019 mencapai 15 miliar dollar AS atau naik 11 persen dibandingkan target pada tahun 2018. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom IHS Markit, Lewis Cooper menyebutkan hasil risetnya menunjukkan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada di urutan kedua terendah dibanding negara-negara ASEAN lainnya per Mei 2020. Secara keseluruhan sektor manufaktur di Asia Tenggara tercatat masih lemah pada periode tersebut.

Cooper menjelaskan, penurunan kondisi produksi di Asia Tenggara merupakan salah satu yang tercepat sejak IHS Markit mencatat PMI Manufaktur di Asia Tenggara pada Juli 2012. "Walaupun penurunan sektor manufaktur Asia Tenggara tidak seburuk pada April, data Mei 2020 tetap menjadi salah satu yang akan ditandai," ujarnya pada keterangan pers, Selasa, 2 Juni 2020.

Lewis mencatat data PMI Manufaktur di beberapa negara telah menunjukkan perbaikan seperti Myanmar (38,9), Filipina (40,1), Vietnam (42,7), dan Malaysia (45,6). Adapun, PMI Manufaktur Singapura dan Indonesia tercatat masih berada di bawah level 30, yakni masing-masing di posisi 26,4 dan 28,6. Adapun Singapura merupakan negara yang paling terdampak dengan indeks PMI Manufaktur terendah dalam 8 tahun terakhir.

Di sisi lain, minimnya PMI Manufaktur Indonesia pada Mei diduga karena tindakan pencegahan berkelanjutan guna membatasi penyebaran Covid-19. Pandemi virus ini kembali menjadi akar dari penutupan sektor bisnis non-utama, kemandekan transportasi, dan berkurangnya permintaan.

Sementara itu, Kepala Ekonom IHS Markit, Bernard Aw menyebutkan produksi dan permintaan baru terus turun pada kisaran parah, memaksa perusahaan mengurangi lapangan kerja dan inventaris guna menangani biaya di tengah-tengah penutupan bisnis besar-besaran. "Khususnya, tingkat pengangguran tertinggi dalam catatan dilaporkan dalam survei terkini," ujarnya.

Bernard menilai tindakan pencegahan pandemi Covid-19 malah menghambat rantai pasok sektor manufaktur. Akibatnya waktu pengiriman menjadi yang paling panjang sejak 9 tahun lalu. Selain itu, inspeksi pabean yang lebih ketat, kurangnya bahan baku, dan gangguan rute transportasi menjadi beberapa alasan utama penundaan pengiriman.

Dengan adanya wacana pemerintah kembali membuka ekonomi secara bertahap mulai bulan Juni, ia berharap PMI Manufaktur akan naik pada bulan-bulan mendatang. "Meskipun akan membutuhkan upaya yang lebih besar untuk memulihkan kerugian parah yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir," ucap Bernard.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya optimistis PMI Manufaktur Indonesia akan kembali meningkat saat industri manufaktur nasional kembali beroperasi.

“Kemenperin optimistis industri manufaktur nasional dapat pulih lebih cepat atau cepat ketika nanti beroperasi secara normal, atau bahkan pada kondisi ’new normal’,” kata Menperin saat menghadiri konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2020.

Harapannya, kata Agus, dalam waktu tiga bulan setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir, Kemenperin membidik PMI manufaktur Indonesia dapat kembali ke angka 51,9, seperti pada Februari 2020.

“Kami menargetkan PMI tadinya 25,7 pada April 2020 atau berada pada titik terendah, nanti dalam tiga bulan kami akan mendorong dengan berbagai macam strategi dan kebijakan agar kembali pada level 51,9, di mana level tersebut terjadi pada Februari,” ujar Agus Gumiwang.

BISNIS






Ekonomi RI Tumbuh di Tengah Ancaman Resesi Global, Ekonom: Tapi Under Performance

1 jam lalu

Ekonomi RI Tumbuh di Tengah Ancaman Resesi Global, Ekonom: Tapi Under Performance

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan perekonomian Indonesia kemungkinan bisa tumbuh di tengah ancaman reses global 2023.


UOB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen, Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

2 hari lalu

UOB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen, Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada level 5,1 hingga 5,4 persen pada 2022.


Bel Resesi Ekonomi Dunia Berdentang, Pemerintah Belum Siap

3 hari lalu

Bel Resesi Ekonomi Dunia Berdentang, Pemerintah Belum Siap

Sri Mulyani menyoroti kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral negara-negara di dunia memicu resesi ekonomi global.


Luhut: Indonesia Kini Jadi Salah Satu Negara dengan Ekonomi yang Kuat di Dunia

4 hari lalu

Luhut: Indonesia Kini Jadi Salah Satu Negara dengan Ekonomi yang Kuat di Dunia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim Indonesia telah menjadi salah satu ekonomi yang kuat di dunia saat ini.


71 Tewas Saat Perahu Pembawa Migran dari Lebanon Tenggelam

8 hari lalu

71 Tewas Saat Perahu Pembawa Migran dari Lebanon Tenggelam

Perahu pembawa migran tenggelam. Mereka hendak ke Eropa setelah ekonomi Lebanon runtuh.


Ekonomi 2023 Masih Tak Menentu, Ada Rambu-rambu Inflasi Naik

15 hari lalu

Ekonomi 2023 Masih Tak Menentu, Ada Rambu-rambu Inflasi Naik

Proyeksi inflasi naik dari semula 3,3 persen menjadi 3,6 persen. Pemerintah mempertimbangkan tekanan inflasi global yang berpengaruh ke ekonomi RI.


INACA: Konektivitas Transportasi Darat hingga Udara Diperlukan untuk Percepat Pemulihan Ekonomi

15 hari lalu

INACA: Konektivitas Transportasi Darat hingga Udara Diperlukan untuk Percepat Pemulihan Ekonomi

INACA menyatakan konektivitas transportasi darat, laut, dan udara dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.


Presiden Jokowi Absen di Sidang Umum PBB

19 hari lalu

Presiden Jokowi Absen di Sidang Umum PBB

Indonesia akan membawa agenda misi presidensi G20 dan keberlangsungan forum tersebut di Sidang Umum PBB mendatang.


Permasalahan Inggris yang Diwariskan ke Liz Truss

24 hari lalu

Permasalahan Inggris yang Diwariskan ke Liz Truss

Liz Truss dihadapkan pada sejumlah permasalahan yang berat yang harus dilalui pemerintahannya.


PMI Manufaktur Naik, Sri Mulyani: Momentum Harus Dijaga hingga Akhir Tahun

30 hari lalu

PMI Manufaktur Naik, Sri Mulyani: Momentum Harus Dijaga hingga Akhir Tahun

Sri Mulyani menyatakan realisasi PMI Manufaktur Indonesia yang pada Agustus 2022 sebesar 51,7 menunjukkan bahwa industri dalam kondisi baik.