Biro Travel Yakin Keputusan Kemenag Soal Haji Bisa Berubah

Ratusan jemaah haji memadati Jabal Ragmah saat melakukan wukuf di padang Arafah, Arab Saudi, 10 Agustus 2019. REUTERS/Umit Bektas

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Syam Resfiadi masih akan terus melihat perkembangan kebijakan haji pada tahun ini. Ia melihat keputusan pemerintah membatalkan ibadah haji 1441 H masih bisa berubah. Mengingat keputusan itu pun saat ini hanya dikeluarkan berdasarkan Keputusan Menteri Agama.

"Pembatalan haji 1441 H melalui keputusan Menteri sepertinya masih kurang pas karena Komisi VIII DPR pun merasa dilewati, sebab keputusan haji harus setingkat Peraturan Pemerintah atau melalui rapat kerja bersama, jadi masih ada kemungkinan berubah selama Kerajaan Arab Saudi masih memberi kesempatan berhaji walau dengan berbagai syarat New Normal," ujar Syam kepada Tempo, Selasa, 2 Juni 2020.

Kendati demikian, Syam mengatakan asosiasinya selaku penyelenggara haji dan mitra Kementerian Agama selalu siap menerima dan mematuhi keputusan dari pemerintah. Walapun, pada dasarnya para penyelenggara sudah menyiapkan segala hal dan persyaratan administrasi haji tahun ini.

Dengan adanya keputusan pemerintah itu pun ia akan langsung menyampaikan kabar tersebut kepada jemaah, termasuk terkait dana yang telah dibayarkan jemaah dan sudah berada di Badan Pengelola Keuangan Haji. Syam berujar anggota jemaah yang hendak membatalkan keberangkatannya akan kena konsekuensi biaya pembatalan.

"jika dibatalkan akan kena konsekuensi biaya pembatalan maka kami menyarankan jamaah tetap mengikuti aturan Kemenag ini sehingga menggunakan kesempatan keberangkatan pada tahun 1442 H," ujar Syam.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Ace Hasan Syadzily mengkritik Menteri Agama Fachrul Razi terkait rencana mengumumkan soal ibadah haji 2020. Sebab, Menteri Agama belum membicarakan keputusannya dengan Komisi VIII. "Kami menyesalkan atas sikap Menteri Agama yang akan mengumumkan kebijkan ini tanpa terlebih dahulu rapat dengan Komisi VIII," kata Ace melalui pesan singkat, Selasa, 2 Juni 2020.

Ace mengatakan ia mendapat informasi bahwa Menteri Agama akan mengumumkan kepastian pelaksanaan haji 2020 pukul 10.00 WIB nanti. Menurut dia, Menteri Agama seharusnya terlebih dulu rapat dengan Komisi Agama DPR untuk memastikan kelanjutan pelaksanaan haji tersebut.

Ace mengatakan hal itu merupakan komitmen rapat kerja Komisi VIII dan Menag sebelumnya. Selain itu, Undang-undang Haji dan Umrah pun mengharuskan Menag berkonsultasi dengan DPR terkait kebijakan strategis pelaksanaan haji.

Menteri Agama, ujar Ace, memang telah mengirimkan surat kepada Komisi VIII untuk mengadakan rapat terkait penyelenggaraan haji. Namun karena masih reses, Komisi VIII harus mendapatkan persetujuan dari pimpinan DPR untuk menggelar rapat. "Sampai saat ini belum ada surat persetujuan tersebut," ujar politikus Golkar ini.

Menteri Agama Fachrul Razi sebelumnya menyatakan akan mengumumkan kepastian ibadah haji 2020 pada hari ini. Pengumuman ini mundur dari yang awalnya dijanjikan pada 20 Mei lalu. Dalam sejumlah kesempatan, Kementerian Agama menyatakan masih menunggu kepastian dari Kerajaan Arab Saudi tentang pelaksanaan haji tahun ini. Kemenag sebelumnya juga menyampaikan ada dua skema, yakni melaksanakan haji dengan pembatasan kuota atau tidak diselenggarakan sama sekali.

CAESAR AKBAR | BUDIARTI UTAMI






Bagai Bumi dan Langit, Ini Beda Pemakaman Keluarga Kerajaan Inggris dengan Arab Saudi

1 hari lalu

Bagai Bumi dan Langit, Ini Beda Pemakaman Keluarga Kerajaan Inggris dengan Arab Saudi

Peti berlapis timah Ratu Elizabeth II disimpan di semacam brankas Royal Vault. Sedangkan jasad Raja Abdullah dimakamkan di Pemakaman Umum Al Oud.


PT Food Station Tjipinang Jaya Kerja Sama Ekspor Beras ke Arab Saudi

1 hari lalu

PT Food Station Tjipinang Jaya Kerja Sama Ekspor Beras ke Arab Saudi

PT Food Station Tjipinang Jaya sebelumnya telah bekerja sama dengan Al Raqeeb Universal Group untuk mengekspor beras merek Yasamin


RI Akan Perkuat Hubungan Dagang dengan Arab Saudi Melalui CEPA

2 hari lalu

RI Akan Perkuat Hubungan Dagang dengan Arab Saudi Melalui CEPA

Menteri Zulkifli Hasan akan memulai perundingan CEPA antara Indonesia dan Arab Saudi sebagai bentuk upaya mendorong hubungan dagang dua negara.


Arab Saudi Disebut Bakal Izinkan Bikini hingga Alkohol Dijual Bebas, Alasannya?

3 hari lalu

Arab Saudi Disebut Bakal Izinkan Bikini hingga Alkohol Dijual Bebas, Alasannya?

Pangeran MBS dikabarkan akan mengizinkan alkohol dijual bebas di sebuah resor wisata di Arab Saudi.


Raja dan Putra Mahkota Saudi Tak Hadiri Pemakaman Ratu Elizabeth

5 hari lalu

Raja dan Putra Mahkota Saudi Tak Hadiri Pemakaman Ratu Elizabeth

Raja Salman dan penguasa de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman tidak menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth


Hari Nasional Arab Saudi Tahun Ini Bisa Dirayakan Secara Virtual di Metaverse

5 hari lalu

Hari Nasional Arab Saudi Tahun Ini Bisa Dirayakan Secara Virtual di Metaverse

Hari Nasional Arab Saudi akan diadakan secara virtual di platform Metaverse untuk pertama kalinya.


PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

7 hari lalu

PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

PBNU menjalin kerja sama untuk memberantas terorime dan ekstrimisme di dunia bersama Kerajaan Arab Saudi.


Uji Coba Stadion Piala Dunia 2022, Sebungkus Roti Dibanderol Rp 60.000

9 hari lalu

Uji Coba Stadion Piala Dunia 2022, Sebungkus Roti Dibanderol Rp 60.000

Penyelenggara Piala Dunia 2022 Qatar tengah mendapat sorotan usai mengadakan uji coba stadion.


Juara Pythagoras Science Competition, Siswa Madrasah Ini Tambah Koleksi 143 Medali

10 hari lalu

Juara Pythagoras Science Competition, Siswa Madrasah Ini Tambah Koleksi 143 Medali

Bibit Rizqiana, siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Pati tercatat sebagai peringkat kedua pemeroleh medali terbanyak.


Perempuan Arab Saudi Kini Boleh Menembak dan Miliki Senjata Api

10 hari lalu

Perempuan Arab Saudi Kini Boleh Menembak dan Miliki Senjata Api

Setelah perempuan diibolehkan menyetir mobil sendiri, kini Arab Saudi juga mengizinkan wanita memiliki senjata api.