Gangguan Pada Pengiriman Token Listrik, PLN Minta Maaf

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memasukan pulsa token listrik di Rusun Benhil, di Jakarta, Rabu, 1 April 2020. Pemerintah menggratiskan tagihan listrik bagi 24 juta masyarakat miskin, untuk pelanggan berdaya listrik 450 VA gratis biaya listrik selama tiga bulan (April-Juni 2020) sedangkan bagi pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi akan diberikan diskon 50 persen yang merupakan dampak penyebaran pandemi virus corona COVID-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Warga memasukan pulsa token listrik di Rusun Benhil, di Jakarta, Rabu, 1 April 2020. Pemerintah menggratiskan tagihan listrik bagi 24 juta masyarakat miskin, untuk pelanggan berdaya listrik 450 VA gratis biaya listrik selama tiga bulan (April-Juni 2020) sedangkan bagi pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi akan diberikan diskon 50 persen yang merupakan dampak penyebaran pandemi virus corona COVID-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaPT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN meminta maaf terkait adanya gangguan pada sistem jaringan komunikasi data yang menyebabkan proses pengiriman data token prabayar sebagian pelanggan gagal terkirim. Saat ini jaringan komunikasi sudah berangsur normal.

    “PLN secepatnya memulihkan seluruh sistem dan mencari akar masalah agar tidak terulang di kemudian hari," tutur Senior Executive Vice President Bisnis & Pelayanan Pelanggan PLN, Yuddy Setyo Wicaksono dalam keterangan tertulis, Selasa, 2 Juni 2020. 

    Sementara itu, untuk pelanggan yang sudah terlanjur membeli token atau sudah terdebet namun tokennya tidak ada, perseroan memastikan dana pelanggan tidak hilang. Untuk informasi tersebut pelanggan dapat menghubungi Contact Center PLN 123.

    Sebelumnya, pada Senin kemarin pukul 16.45 WIB terjadi gangguan sistem jaringan komunikasi yang mengakibatkan sejumlah transaksi token listrik mengalami gagal kirim. Kemudian, pukul 16.52 WIB sistem jaringan komunikasi data PLN sudah berangsur normal.

    "Sekali lagi, kami sampaikan permohonan maaf untuk ketidaknyamanan pelanggan, kami akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik ke depannya," kata Yuddy.

    Sebelumnya konsumen di sejumlah daerah di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mengalami gangguan listrik pada Ahad pekan lalu. gangguan transmisi yang terjadi pada sub sistem Gardu Induk Ungaran pada pukul 23.59 WIB menyebabkan 32 gardu induk terdampak. Hal ini menyebabkan aliran listrik di beberapa kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta mengalami pemadaman.

    PLN kemudian melakukan penormalan kembali seluruh gardu induk yang sebelumnya padam. "Alhamdulillah pada hari Minggu, 31 Mei 2020 pukul 06.00 WIB pasokan listrik di Jawa Tengah dan DIY sudah pulih 100 persen dan masyarakat dapat menggunakan listrik kembali", terang General Manager PLN UID Jateng & DIY, Feby Joko Priharto, dalam keterangan tertulis, Ahad, 31 Mei 2020.

    Sebelumnya, gangguan transmisi yang terjadi pada sub sistem Gardu Induk Ungaran pada pukul 23.59 WIB menyebabkan 32 gardu induk terdampak. Hal ini menyebabkan aliran listrik di beberapa kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta mengalami pemadaman.

    Sejak pukul 01.00 WIB dinihari, PLN secara bertahap melakukan penormalan kembali sejumlah gardu induk yang mengalami pemadaman. "Upaya penormalan langsung dilakukan oleh PLN, dengan melakukan manuver memberikan pembebanan pada GI yang terganggu secara bertahap, dan saat ini semua gardu induk telah beroperasi normal" kata Feby.

    Sebelumnya, daerah yang sempat terdampak antara lain Kabupaten Batang, Kota Pekalongan, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Kebumen, Kota Cilacap, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Purworejo.

     

    Selain itu, daerah yang terkena pemadaman listrik adalah Kabupaten Temanggung, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Magelang, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Tegal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dirjen Hubjat: 3 Poin Utama Pedoman Teknis Keselamatan Pesepeda

    Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub menyebutkan tiga pokok utama pedoman teknis keselamatan pesepeda. Ada tiga poin yang perlu diperhatikan.