IHSG dan Rupiah Kompak Menguat, Ini Sejumlah Faktor Pendorongnya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada perdagangan hari ini tepatnya pukul 09.00, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat menguat 1,8 persen dan 85,48 poin menjadi 4.839,09. Tampak saham 151 menguat, 45 saham melemah, dan 131 saham stagnan.

    IHSG sebelumnya dibuka menguat 32,21 poin atau 0,68 persen ke posisi 4.785,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 9,41 poin atau 1,3 persen menjadi 735,24.

    Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat di awal pekan ini meskipun rawan aksi profit taking pada posisi akhir pekan. “IHSG berpotensi konsolidasi menguat di pekan ini dengan support di level 4.700 sampai 4.541 dan resistan di level 4.800 sampai 4.975,” katanya, Selasa, 2 Juni 2020.

    Hans menilai mayoritas sentimen global masih mempengaruhi indeks yakni pelaku pasar yang masih akan mencermati ketegangan Amerika Serikat dengan Cina menyusul Kongres Rakyat Nasional Cina yang menyetujui RUU keamanan nasional untuk Hong Kong. Pasar kemudian masih akan memperhatikan peluang Amerika Serikat mengenakan sanksi terhadap perusahaan dan pejabat Cina atas situasi yang terjadi di Hong Kong.

    "Sementara itu, Donald Trump mengisyaratkan tidak ada perubahan kesepakatan perdagangan dengan Cina meskipun tensi kedua negara meningkat menjadi sentimen positif di awal pekan,” ucap Hans.

    Di sisi lain, rencana dana pemulihan zona Eropa sebesar 750 miliar euro, pelonggaran pembatasan sosial di berbagai negara dan belum ada tanda-tanda gelombang ke dua Covid-19 menjadi sentimen positif pasar.

    Perkembangan penelitian untuk menemukan vaksin Covid-19 juga akan selalu menjadi perhatian pelaku pasar. Sementara, rencana new normal di dalam negeri atau pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan menjadi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia.

    Adapun Analis Samuel Sekuritas Indonesia William Mamudi menyampaikan IHSG masih terus berlanjut menguat dalam sideways market 4.400-4.700. Ia menyebutkan market bakal terus berkonsolidasi di kisaran level resistan 4.700. "Level ini bisa menjadi penentu arah IHSG dalam beberapa waktu ke depan," katanya.

    Penguatan juga terjadi pada nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi. Rupiah bergerak menguat 125 poin atau 0,86 persen menjadi Rp 14.485 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.610 per dolar AS.

    Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim sebelumnya memperkirakan kurs rupiah melanjutkan penguatan pada awal pekan ini ke kisaran Rp 14.500 di tengah pelemahan dolar AS dan optimistis Bank Indonesia bahwa mata uang tersebut masih undervalue. 

    Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, 29 Mei 2020, pergerakan nilai tukar rupiah menguat tajam 105 poin atau 0,71 persen ke level Rp 14.610 per dolar AS, saat indeks dolar AS turun tipis 0,05 persen atau 0,051 poin ke posisi 98,332.

    BISNIS | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.