LP3ES: Cuitan Kena Prank Jokowi Ramaikan Isu Kenaikan BPJS

Peserta BPJS Kesehatan tengah mengurus kelengkapan administrasi di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pasar Minggu, Jakarta, Kamis, 14 Mei 2020. Presiden Joko Widodo alias Jokowi kembali mengumumkan Perpres kenaikan tarif BPJS Kesehatan. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Center for Media and Democracy Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan, Ekonomi, dan Sosial (LP3ES) bersama Drone Emprit merilis analisis big datanya untuk melihat reaksi publik terhadap kebijakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Riset itu sebelumnya ditelisik melalui semua platform media sosial, mulai YouTube, Twitter, Facebook, hingga Instagram.

Seperti keterangan yang diterima Tempo pada 1 Juni 2020, sigi tersebut dibagi atas tiga periode. Periode pertama dilakukan 5-13 Mei atau sejak Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan ditandatangani sampai 8 hari sesudahnya.

Lalu periode kedua pada 14-25 Mei. Selanjutnya periode ketiga pada 5-25 Mei atau sejak Perpres terbit sampai sekitar tiga pekan sesudahnya.

Menurut sigi tersebut, LP3S dan Drone Emprit menemukan terjadinya lonjakan sentimen negatif pada periode kedua analisis, yakni sebesar 50 persen. Angka itu lebih besar dari sentimen positif yang hanya 44 persen.

Salah satu sentimen negatif terlihat dari fenomena cuitan yang paling banyak di-retweet warganet ialah yang bertajuk "kena prank Jokowi". Cuitan tersebut muasalnya dari tulisan di akun media daring yang berjudul “Iuran BPJS Naik Lagi, Masyarakat KenaPrank Jokowi”.

"Dalam hal ini tampak bahwa pemberitaan media daring yang menjadikan topik ini sebagai headline ikut membawa pengaruh pada lonjakan sentimen negatif," tutur Direktur Center for Media and Democracy LP3ES Wijayanto.

Sedangkan dari sisi emosi, sigi itu memperlihatkan adanya ketidakpercayaan publik atau distrust yang jumlahnya mencapai 5.800 unggahan. Hal ini sejalan dengan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah terkait penangangan corona.

Kemudian, dari sisi narasi, muncul beberapa pertanyaan utama publik. Pertanyaan itu berkisar pada persoalan inkonsistensi yang terjadi karena sebelumnya Mahkamah Agung membatalkan kenaikan iuran, waktu atau timing kenaikan tarif yang bersamaan dengan pandemi, serta kekecewaan publik terhadap kebijakan Jokowi.

Adapun dari sisi lain, tagar yang paling banyak digunakan adalah yang bersentimen menyerang. Misalnya “Istana Mesin Kapitalis”, “Membebani Rakyat”, “Merakyat Tapi Boong”, “Rezim Paranoid”, dan “Jokowinomics”.

Selanjutnya, LP3S dan Drone Emprit juga menemukan aktor yang terlibat dalam percakapan ini cukup beragam, mulai kubu oposisi, masyarakat sipil, hingga kubu pro pemerintah. Beberapa di antaranya yang paling berpengaruh dan mendapat retweet terbanyak adalah akun @tengkudzul, @dandhywilaksono, @tsembiring, @aminrais, @prastowo, @teddygusnaidi. Seluruh akun itu merupakan akun organik.

Secara keseluruhan, total percakapan terkait kenaikan BPJS Kesehatan mencapai 115.599. Dari seluruh percakapan itu, volume paling besar ditemukan di Twitter, yakni sebesar 101.745 percakapan.

Dalam analisisnya, LP3ES menggunakan software Astramaya yang dikembangkan oleh Drone Emprit. Metode iniberfungsi untuk melakukan analisa big data yang muncul dari percakapan di berbagai media sosial dan media daring.






Jokowi Klaim Penyaluran BLT BBM Sudah Capai 96,6 Persen

1 jam lalu

Jokowi Klaim Penyaluran BLT BBM Sudah Capai 96,6 Persen

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, untuk BLT BBM sampai hari ini sudah 96,6 persen, sudah di 508 kabupaten dan kota.


Genap Berusia 75 Tahun, Ini Jejak Karier Luhut Binsar Pandjaitan di Militer, Politik dan Bisnis

1 jam lalu

Genap Berusia 75 Tahun, Ini Jejak Karier Luhut Binsar Pandjaitan di Militer, Politik dan Bisnis

Hari ini 28 September 2022, Luhut Binsar Pandjaitan genap berusia 75 tahun. Berikut jejak karier Menkomarinves ini di militer, politik, dan bisnis.


Wacana Duet Prabowo-Jokowi, Gerindra: Bagi Kami Ini Kehormatan

2 jam lalu

Wacana Duet Prabowo-Jokowi, Gerindra: Bagi Kami Ini Kehormatan

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyerahkan soal gugatan Sekber Prabowo-Jokowi kepada keputusan Mahkamah Konstitusi.


Jokowi Minta Penyaluran BSU Dipercepat: Saya Pantau, tapi Tidak Semua

2 jam lalu

Jokowi Minta Penyaluran BSU Dipercepat: Saya Pantau, tapi Tidak Semua

Jokowi mengatakan percepatan penyaluran BSU perlu dilakukan di daerahh-daerah yang jauh dari Ibu Kota.


Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

4 jam lalu

Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

Sekber mengajukan gugatan judicial review atas Pasal 169 huruf n UU Pemilu untuk merealisasikan agar Prabowo-Jokowi bisa maju Pilpres 2024


Kaesang Cerita Dapat Wejangan dari Lo Kheng Hong Soal Investasi Saham, Apa Saja?

4 jam lalu

Kaesang Cerita Dapat Wejangan dari Lo Kheng Hong Soal Investasi Saham, Apa Saja?

Kaesang Pangarep menceritakan pertemuannya dengan investor kawakan Lo Kheng Hong sebelum pandemi Covid-19 merebak yakni sekitar tahun 2019.


Momen Jokowi Dimarahi Siswa SMA yang Ponselnya Rusak Saat Kejar Rombongan

5 jam lalu

Momen Jokowi Dimarahi Siswa SMA yang Ponselnya Rusak Saat Kejar Rombongan

Presiden Jokowi dimarahi oleh siswa SMA di Buton Selatan bernama Sabrila. Penyebabnya, Sabrila kesal lantaran ponselnya rusak saat mengejar rombongan


Kementerian Investasi Pastikan Larangan Ekspor Timah hingga Bauksit Dilakukan Bertahap

5 jam lalu

Kementerian Investasi Pastikan Larangan Ekspor Timah hingga Bauksit Dilakukan Bertahap

Jokowi sebelumnya menegaskan pemerintah terus menjalankan larangan ekspor barang tambang mentah.


Sultan Ternate Hidayatullah Sjah Beri Gelar Jokowi sebagai Pangeran Bangsawan

6 jam lalu

Sultan Ternate Hidayatullah Sjah Beri Gelar Jokowi sebagai Pangeran Bangsawan

Sultan Ternate Hidayatullah Sjah memberikan gelar kepada Presiden Jokowi sebagai Kaicil Joko Widodo Dada Madopo Lamo


Pejuang Wakaf Masjid Minta Perlindungan Jokowi dan PDIP Ingatkan Anies Soal Firaun Jadi Top 3 Metro

8 jam lalu

Pejuang Wakaf Masjid Minta Perlindungan Jokowi dan PDIP Ingatkan Anies Soal Firaun Jadi Top 3 Metro

Pejuang masjid wakaf Kebon Sirih, Tomy Tampatty, mengirimkan surat ke Jokowi untuk meminta perlindungan.