Jalani Rapid Test, 118 ABK Illegal Fishing di Batam Non-reaktif

Sejumlah nelayan kapal pencuri ikan berbendera Vietnam berbaris saat dihadirkan dalam rilis ungkap kasus di di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis, 9 Januari 2020. Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil menangkap tiga kapal pencuri ikan berbendera Vietnam beserta 36 ABK di Laut Natuna Utara. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 118 anak buah kapal (ABK) penangkap ikan ilegal yang tengah menjalani proses hukum di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam dinyatakan non-reaktif virus corona atau Covid-19. Hal itu dibuktikan melalui hasil rapid test yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Sabtu, 29 Mei 2020.

“Kami melakukan pengetesan dengan tujuan untuk memastikan proses hukum tidak terganggu”, ujar Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, Tb Haeru Rahayu, Ahad, 31 Mei 2020.

Haeru mengatakan, saat ini protokol kesehatan yang diterapkan untuk ABK sangat ketat. KKP pun telah bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk memindai kondisi kesehatan seluruh ABK yang berada di Pangkalan Batam guna mengetahui persebaran virus corona di sektor kelautan.

Sembari menjalani proses screening, ABK di Batam telah diminta menjalani masa karantina selama 14 hari. Di samping itu, dalam proses penyedikan perkara, KKP menggunakan metode penyidikan online untuk mencegah kontak langsung.  ”Kami memastikan bahwa awak kapal asing yang sedang ditangani ini dipulangkan atau diserahkan ke pihak terkait dalam kondisi sehat," ujar Haeru.

Selain terhadap awak kapal pelaku illegal fishing, rapid test juga dilakukan kepada pegawai yang tinggal di lingkungan Pangkalan PSDKP Batam dan seluruh awak kapal yang berlabuh di sana. KKP memastikan seluruhnya menunjukkan hasil non-reaktif.

Pelaksana tugas Direktur Penanganan Pelanggaran PSDKP KKP Drama Panca Putra mengatakan, meski hasil rapid test menunjukkan tidak ada indikasi penularan virus corona, seluruh pihak harus tetap waspada. Musababnya, saat ini jumlah awak kapal pelaku illegal fishing yang ditangani PSDKP berpotensi terus bertambah.

Sejak Januari hingga Mei 2020, sebanyak 260 awak kapal pencuri ikan dari berbagai negara telah ditangkap. Dari jumlah tersebut, 111 orang berasal dari Vietnam. Sedangkan 60 lainnya adalah warga negara Filipina, 56 orang merupakan warga negara Indonesia, 31 orang merupakan warga negara Myanmar, satu orang merupakan warga negara Malaysia, dan satu lainnya adalah warga negara Taiwan.

Drama merinci, sebanyak 127 orang dari total ABK yang ditangkap itu telah dipulangkan. Sedangkan 133 orang lainnya ini tengah menjalani proses hukum.






Kunjungan Turis Asing ke Batam Belum Signifikan, Pemda Minta Bantuan Pusat

1 hari lalu

Kunjungan Turis Asing ke Batam Belum Signifikan, Pemda Minta Bantuan Pusat

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Batam mengalami kenaikan namun belum signifikan.


KKP - Norwegia Kerja Sama Penjaminan Kesehatan Ikan, Mutu dan Keamanan

5 hari lalu

KKP - Norwegia Kerja Sama Penjaminan Kesehatan Ikan, Mutu dan Keamanan

KKP bekerja sama dengan Norwegian Food Safety Authority (NSFA) dalam penjaminan kesehatan ikan serta mutu dan keamanan hasil perikanan.


6 ABK WNI yang Terlantar 7 Bulan di Filipina Kini Sudah Pulang

5 hari lalu

6 ABK WNI yang Terlantar 7 Bulan di Filipina Kini Sudah Pulang

Kasus ini sempat viral di media sosial saat salah satu anak dari ABK WNI itu melalui akun @maimeichil bercerita tentang kasus, yang dialami ayahnya.


Pelat Nomor Hijau Berlaku di Batam, Buat Kendaraan Apa?

6 hari lalu

Pelat Nomor Hijau Berlaku di Batam, Buat Kendaraan Apa?

Selain pelat putih, Polda Kepulauan Riau juga memberlakukan pelat nomor dengan warna dasar hijau tulisan hitam.


KKP Serahkan Sarana Pengelolaan Sampah di Bima

6 hari lalu

KKP Serahkan Sarana Pengelolaan Sampah di Bima

Bantuan berupa motor angkut sampah, mesin pres sampah plastik, tempat sampah outdoor dan prasarana pendukung lainnya diserahkan di Kelurahan Ule Mekar Baru.


KKP Gandeng KEHATI Kelola Mangrove dan Kawasan Konservasi

7 hari lalu

KKP Gandeng KEHATI Kelola Mangrove dan Kawasan Konservasi

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) di bidang pengelolaan ruang laut dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI).


Aplikasi E-Mancing Mudahkan Pemancing Paham Regulasi WPPNRI

7 hari lalu

Aplikasi E-Mancing Mudahkan Pemancing Paham Regulasi WPPNRI

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum lama ini memperkenalkan aplikasi E-Mancing yang ditujukan untuk penerbitan persetujuan penangkapan ikan untuk tujuan non komersil.


Uji Coba Tilang Elektronik di Batam, 66 Ribu Pelanggaran Tertangkap Kamera ETLE

8 hari lalu

Uji Coba Tilang Elektronik di Batam, 66 Ribu Pelanggaran Tertangkap Kamera ETLE

Polda Kepulauan Riau telah melakukan uji coba tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Batam selama lima hari.


Sensasi Mengitari Jembatan Barelang di Atas Kapal Pancung

8 hari lalu

Sensasi Mengitari Jembatan Barelang di Atas Kapal Pancung

Belakangan atraksi berkeliling menggunakan kapal di Jembatan Barelang mulai banyak dinikmati wisatawan.


Bea Cukai Batam Tangkap Kapal Tanker Diduga Selundupkan 600.000 Liter Solar

8 hari lalu

Bea Cukai Batam Tangkap Kapal Tanker Diduga Selundupkan 600.000 Liter Solar

Bea Cukai Batam mengamankan satu unit Kapal Tanker MT Zakira diduga menyeludupkan 600.000 liter minyak solar High Speed Diesel (HSD).