Sepekan Menghijau, Rupiah Diprediksi Menuju Rp14.500 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Setri Yasra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menguat selama sepekan terakhir, nilai tukar rupiah diprediksi akan terus melaju pada pekan depan. Kalangan analis memperkirakan penguatan bakal terjadi dipicu pelemahan dolar AS dan optimistis Bank Indonesia bahwa mata uang tersebut masih undervalue.

    Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2020), pergerakan nilai tukar rupiah menguat tajam 105 poin atau 0,71 persen ke level Rp14.610 per dolar AS, saat indeks dolar AS turun tipis 0,05 persen atau 0,051 poin ke posisi 98,332.

    Padahal rupiah sempat dibuka melemah 10 poin. Adapun, data yang diterbitkan Bank Indonesia menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.733 per dolar AS pada Jumat, menguat 36 poin atau 0,24 persen dari posisi Rp14.769 pada Kamis (28/5/2020).

    Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menyampaikan dolar AS melemah di tengah sikap Presiden AS Donald Trump yang terus menyerang China dengan mengatakan virus corona berasal dari sebuah laboratorium di Negeri Tiongkok. Trump meminta China untuk bertanggung jawab hingga Covid-19 menjadi pandemi global dan menuntut kompensasi atas kerusakan ekonomi AS.

    Hubungan kedua negara kini semakin memburuk setelah AS kembali ikut campur urusan Hong Kong yang merupakan wilayah administratif China. Bahkan, Trump mengatakan akan mengadakan konferensi pers terkait China pada Jumat waktu setempat. “Tetapi ia tidak menjelaskan dalam konferensi pers tersebut berkaitan dengan apa, yang pasti pasar sudah dibuat cemas,” katanya  Jumat (29/5/2020).

    Di sisi lain, Bank Indonesia dalam paparan Perkembangan Ekonomi Terkini pada Kamis (28/5/2020) mengatakan sangat optimis nilai tukar rupiah saat ini masih undervalue, dan ke depannya akan kembali menguat ke nilai fundamentalnya. Mengutip pernyataan Gubernur BI, rupiah bisa kembali ke level sebelum pandemi Covid-19 terjadi di kisaran Rp 13.600-14.000 per dolar AS.

    Melihat sisi fundamental, inflasi akan rendah, current account deficit (CAD) menurun, dan aliran modal asing yang masuk ke SBN (Surat Berharga Negara) akan terus meningkat, sehingga memperkuat dan memperkokoh mata uang Garuda. Karena itu, BI tidak perlu lagi menurunkan suku bunga acuan dalam pertemuan Juni 2020.

    Dalam perdagangan awal pekan depan, sambung Ibrahim, rupiah kemungkinan masih akan bergejolak. Walaupun di buka melemah, tetapi rupiah kemungkinan ditutup menguat dengan rentang harga Rp14.520 - Rp14.480 per dolar AS.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.