60 Ribu Ton Daging Sapi dan Kerbau Impor Mulai Masuk Indonesia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang musiman melayani pembeli daging pada hari tradisi pemotongan hewan (meugang) menyambut bulan suci Ramadan di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Rabu 22 April 2020. Pada tradisi meugang tahun ini harga daging sapi dan kerbau dijual Rp170.000 sampai Rp 180.000 per kilogram dan para pedagang lebih memilih berdagang di depan rumahnya masing-masing untuk menghindari kerumunan orang banyak di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    Pedagang musiman melayani pembeli daging pada hari tradisi pemotongan hewan (meugang) menyambut bulan suci Ramadan di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Rabu 22 April 2020. Pada tradisi meugang tahun ini harga daging sapi dan kerbau dijual Rp170.000 sampai Rp 180.000 per kilogram dan para pedagang lebih memilih berdagang di depan rumahnya masing-masing untuk menghindari kerumunan orang banyak di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 60 ribu ton daging sapi dan kerbau impor akan masuk ke Indonesia, mulai akhir Mei hingga Desember 2020.. Sebab, perusahaan pelat merah yaitu PT Berdikari (Persero) telah mengantongi izin impor dari Kementerian Perdagangan, 50 ribu untuk daging kerbau India dan 10 ribu untuk daging sapi Brazil.

    “Sampai saat ini perusahaan telah melakukan kontrak pembelian dengan beberapa pemasok daging kerbau India dan shipment sudah mulai berjalan,” kata Direktur Utama Berdikari, Harry Warganegara, dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2020.

    Hari ini kata dia, pengiriman pertama daging kerbau India telah masuk ke Indonesia melalui pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, sebanyak 672 ton. Selain itu, Harry menyebut Berdikari telah menyelesaikan negosiasi kontrak dengan beberapa pemasok daging kerbau. Sehingga, sebanyak 1.960 ton akan masih bertahap hingga akhir Juni 2020. 

    Lalu untuk daging sapi Brazil, proses impor juga sedang disiapkan. Saat ini, mereka juga telah melakukan kontrak pembelian awal dengan salah satu supplier sebanyak 1.120 ton. “Diperkirakan akan sampai sebelum akhir Juni 2020,” kat Harry.

    Berdikari pun, kata Harry, akan terus menambah jumlah impor sesuai dengan kuota 60 ribu yang mereka terima tersebut. “Saat ini kami masih melakukan negosiasi kontrak dengan beberapa supplier,” ujarnya.

    Herry pun berharap masuknya daging kerbau India ke Indonesia dapat menjaga ketersediaan bahan pangan nasional. Kemudian, kebutuhan protein dari daging bisa terpenuhi. “Serta menjaga stabilitas harga tetap terjangkau oleh masyarakat,” kata dia.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.