Wishnutama Awasi Tatanan Baru Kenormalan Pariwisata

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menparekraf Wishnutama melintasi disinfektan chamber yang nantinya jadi prosedur bagi tenaga medis dan gugus tugas pencegahan Covid-19 yang menginap di hotel. Dok. Kemenparekraf

    Menparekraf Wishnutama melintasi disinfektan chamber yang nantinya jadi prosedur bagi tenaga medis dan gugus tugas pencegahan Covid-19 yang menginap di hotel. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengatakan saat ini Kemenparekraf sedang mempersiapkan implementasi protokol tatanan kenormalan baru atau new normal di industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

    "Dalam persiapan ini, Kemenparekraf akan memastikan bahwa tatanan baru kenormalan pariwisata diterapkan dan diawasi secara bertahap dan tidak dilaksanakan secara tergesa-gesa serta menyesuaikan dengan kondisi dan kesiapan daerah masing-masing," kata Wishnutama dalam akun Instagramnya, Sabtu, 30 Mei 2020.

    Protokol ini, kata dia, baru akan dapat dimulai setelah suatu daerah dinyatakan siap untuk dibuka. Penentuan kesiapan suatu wilayah tentunya juga harus melalui koordinasi dengan Gugus Tugas Covid19, Kemenkes dan Pemerintah Daerah masing-masing wilayah.

    "Penerapan protokol ini juga terdiri dari beberapa tahapan. Mulai dari penetapan SOP, simulasi, lalu sosialisasi, hingga uji coba di setiap destinasi," ujarnya

    Tahapan-tahapan ini, menurut dia, akan direview secara ketat dan komprehensif dengan mempertimbangkan aspek-aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat. Kesiapan daerah dan dukungan para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nantinya dalam pelaksanaan protokol ini sangat penting.

    "Diharapkan dengan ini nantinya masyarakat khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat kembali bangkit, produktif dan aman Covid-19," kata dia.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.