Terseret Isu Jiwasraya, Harga Saham Kresna Terjun Bebas

Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) mengungkapkan penyebab tren penurunan harga saham yang terjadi beberapa bulan belakangan. Penurunan saham bahkan mencapai 86,2 persen (year to date) di harga Rp 68 per saham.

Direktur Utama Kresna Graha Investama Michael Steven mengatakan, penurunan harga saham tersebut diakibatkan oleh isu negatif yang beredar sehingga merugikan perseroan.  

"Dari dalam negeri, di awal krisis kami kena hoaks terkait dengan Jiwasraya. Berita ini sudah diklarifikasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Akhirnya orang mulai ragu karena saat ini dalam masa krisis," kata Michael saat public expose insidentil perseroan secara virtual, Jumat 29 Mei 2020. 

Akibat turunnya harga saham, kata Michael, ikut menyeret kapitalisasi pasar perseroan dari Rp14 trilliun menjadi hanya Rp1,2 triliun.

Selain itu, Micheal mengatakan, penurunan harga saham juga dipengaruhi oleh sentimen global akibat pandemi virus corona atau Covid-19. Investor asing menjual kepemilikan saham KREN karena membutuhkan uang untuk direpatriasi ke negara masing-masing.

Michael menegaskan penurunan harga saham tak terkait dengan kinerja fundamental perseroan. Menurutnya, perusahaannya justru mencatatkan pendapatan tertinggi selama delapan tahun terakhir. Sepanjang 2019, pendapatan KREN tercatat melonjak 61 persen menjadi Rp11,6 triliun jika dibandingkan tahun sebelumnya  sebesar Rp7,2 triliun.

Kontribusi pendapatan KREN tercatat masih berasal dari segmen teknologi dan digital yang menyumbang 95,5 persen dari total pendapatan pada tahun 2019, dibandingkan dengan 88,2 persen pada tahun sebelumnya. Pendapatan tersebut disumbang oleh tiga anak perusahaan yaitu PT Mcash Integrasi Tbk. (MCAS), PT NFC Indonesia Tbk. (NFCX), dan PT Digital Mediatama Maxima Tbk. (DMMX).

Sebelumnya PT Kresna Asset Management terseret isu kasus Jiwasraya. Namun hal itu langsung dibantah oleh perseroan. "Segala informasi yang mengaitkan keterlibatan KAM dengan perusahaan asuransi tersebut adalah tidak benar," seperti dikutip dari siaran pers manajemen Kresna, Kamis, 13 Februari 2020.

Pihaknya pun telah memastikan semua produk reksa dana yang dikeluarkan perusahaan sama sekali tidak pernah dalam keadaan gagal bayar. “Karenanya, kami tegaskan berita tersebut (soal gagal bayar) adalah tidak benar dan tidak sesuai fakta yang ada."

EKO WAHYUDI l BISNIS







Nilai Pengumpulan Dana di Bursa Tembus Rp 175,34 Triliun

4 jam lalu

Nilai Pengumpulan Dana di Bursa Tembus Rp 175,34 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan mencatat hasil penggalangan dana oleh perusahaan-perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia sangat baik.


Modal Inti Rp 3 Triliun Segera Terpenuhi, Bank Sultra Bersinergi dengan bank bjb

4 jam lalu

Modal Inti Rp 3 Triliun Segera Terpenuhi, Bank Sultra Bersinergi dengan bank bjb

Bank Sultra segera merealisasikan aturan pemenuhan modal inti minimal Rp 3 Triliun bagi setiap perbankan sesuai yang disyaratkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Investasi Saham atau Obligasi? Di Tengah Ancaman Rupiah Terus Melemah dan BI Rate Naik

8 jam lalu

Investasi Saham atau Obligasi? Di Tengah Ancaman Rupiah Terus Melemah dan BI Rate Naik

Kinerja instrumen investasi saham diperkirakan para pakar bakal lebih baik dibandingkan pasar obligasi pada sisa kuartal IV/2022.


OJK Monitoring Intensif Pinjol TaniFund karena Kredit Macet Capai 48,27 Persen

9 jam lalu

OJK Monitoring Intensif Pinjol TaniFund karena Kredit Macet Capai 48,27 Persen

OJK sedang melakukan pengawasan ketat terhadap financial technology (fintech) alias pinjaman online (pinjol) berbasis agri di TaniHub yakni TaniFund.


IHSG Diperkirakan Menguat ke level 7.100, Samuel Sekuritas Soroti Saham ADRO dan BBCA

10 jam lalu

IHSG Diperkirakan Menguat ke level 7.100, Samuel Sekuritas Soroti Saham ADRO dan BBCA

Analis dari PT Samuel Sekuritas Indonesia M Alfatih memperkirakan kenaikan IHSG di atas 7.100 akan mengakhiri channel turun dalam 3 minggu terakhir.


Geely Beli Saham Aston Martin yang Lagi Merugi

1 hari lalu

Geely Beli Saham Aston Martin yang Lagi Merugi

Geely sudah lama tertarik dengan Aston Martin. Akuisisi ini mengakhiri beberapa tahun upaya membeli saham perusahaan Inggris itu.


Profil Handojo Santosa, Direktur Utama Japfa yang Dimakamkan Hari Ini 1 Oktober 2022

2 hari lalu

Profil Handojo Santosa, Direktur Utama Japfa yang Dimakamkan Hari Ini 1 Oktober 2022

Direktur Utama Japfa Handojo Santosa meninggal, dan hari ini dimakamkan di Sentosa Memorial Garden. Ini profil bos Japfa.


Kaesang Pangarep Cerita Bertemu Lo Kheng Hong, Siapakah Pak Lo Ini?

2 hari lalu

Kaesang Pangarep Cerita Bertemu Lo Kheng Hong, Siapakah Pak Lo Ini?

Kaesang Pangarep menceritakan pernah bertemu Lo Kheng Hong pada 2019. Siapakah sosok yang akrab disapa Pak Lo ini?


Pekan Ini , Bank Indonesia Catat Modal Asing Keluar Rp 8,48 T

2 hari lalu

Pekan Ini , Bank Indonesia Catat Modal Asing Keluar Rp 8,48 T

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing keluar bersih senilai Rp8,48 triliun selama periode 26-29 September 2022.


Ketidakpastian Ekonomi Dunia Bayangi Laju IHSG, Dua Sektor Berikut Bisa Dipertimbangkan

3 hari lalu

Ketidakpastian Ekonomi Dunia Bayangi Laju IHSG, Dua Sektor Berikut Bisa Dipertimbangkan

IHSG masih berpeluang mencetak rekor all time high baru pada kuartal IV/2022 meski masih dibayangi ketidakpastian global.