Puncak Arus Balik Diprediksi 30 Mei hingga 1 Juni 2020

Petugas gabungan memeriksa kelengkapan surat tugas atau surat izin keluar masuk (SIKM) pengendara saat penyekatan arus balik menuju Kota Bandung di pintu tol Buah Batu, Bandung, Jawa Barat, Kamis 28 Mei 2020. Penyekatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pendatang dari luar Kota Bandung guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus balik Lebaran 1441 Hijriah akan terjadi pada 30 Mei hingga 1 Juni mendatang. Periode tersebut berbarengan dengan masa libur panjang akhir pekan dan Hari Lahir Pancasila.

Untuk mengantisipasi arus kendaraan balik di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Kementerian Perhubungan telah menyusun langkah antisipasi. “Fokus kami adalah pengawasan potensi puncak arus balik khususnya yang melalui jalur darat, ” ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2020.

Kebijakan pencegahan mobilisasi kendaraan penumpang ini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020, Surat Edaran Tim Gugus Tugas Nomor 5 Tahun 2020, serta Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020. Adapun berdasarkan beleid itu, masyarakat yang dibolehkan bepergian adalah yang memenuhi kriteria, seperti untuk keperluan dinas, kepentingan mendesak, alasan kesehatan dengan kondisi darurat, hingga pemulangan WNI atau repatriasi.

Adita memastikan, saat ini Kementerian telah berkoordinasi dengan aparatur untuk melakukan penyekatan di sejumlah cek poin yang berada di ruas jalan utama, jalan tol, hingga jalan-jalan kecil atau tikus. Ia menjelaskan, penyekatan pada jalur-jalur utama dilakukan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten ke arah Jakarta.

Kemudian, penyekatan secara khusus juga dilakukan di sebelas titik untuk pengecekan kepemilikian surat izin keluar masuk (SIKM) DKI Jakarta. Lokasi tersebut tersebar dengan rincian Kabupaten Tangerang ada empat titik (Jalan Syekh Nawawi, Gerbang Tol Cikupa, Jalan Raya Serang, Jalan Raya Maja). Lalu, Kabupaten Bogor empat titik (Jalan Jasinga, Jalan Ciawi-Cianjur, Jalan Ciawi-Sukabumi, Jalan Raya Tanjung Sari).

Terakhir, cek poin di Kabupaten Bekasi difokuskan di empat titik (Jalan Raya Pantura atau Kedung Waringin, Jalan Inspeksi Kalimalang, dan Ruas Tol Cikarang KM 47 arah Jakarta).

Adita mengimbuhkan, langkah antisipasi juga dilakukan dengan pemeriksaan oleh tim gabungan di simpul-simpul transportasi, seperti terminal, pelabuhan, bandara, hingga stasiun. “Kami menambah personel gabungan di sana," ucapnya.

Kemenhub memprediksi kendaraan yang akan melakukan perjalanan pada arus balik 2020 pada periode 26-31 Mei dengan kendaraan mobil mencapai 284.892. Sedangkan volume sepeda motor mencapai 814.835. Angka ini jauh lebih rendag dari tahun lalu. Pada 2019, jumlah mobil yang melintas balik mencapai sebanyak 2.260.859 kendaraan. Sedangkam sepeda motor mencapai 554.488 unit.

Sementara itu, di moda penyeberangan, Kementerian melakukan pengawasan ketat dilakukan di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, dan Padang Bai-Lembar. Sedangkan pengawasan angkutan perkeretaapian difokuskan untuk pengoperasian kereta luar biasa (KLB).

Angkutan KLB kini menyediakan layanan untuk rute Stasiun Gambir-Cirebon-(Kejaksan)-Semarang (Tawang)-Surabaya Pasar Turi (PP) dan Stasiun Gambir-Yogyakarta (Tugu)-Madiun-Surabaya Pasar Turi (PP) untuk lintas utara. Sedangkan untuk lintas selatan, KLB melayani rute Bandung-Yogyakarta (Tugu)-Madiun-Surabaya Pasar Turi (PP).


FRANCISCA CHRISTY ROSANA






Asosiasi Sebut Kemenhub Cuci Tangan Soal Masalah Tarif Ojol dan Taksi Online

19 jam lalu

Asosiasi Sebut Kemenhub Cuci Tangan Soal Masalah Tarif Ojol dan Taksi Online

Kemenhub mengatakan belum menerima laporan dari perwakilan ojol soal aplikator yang melanggar aturan tarif.


KAI Siapkan Duit Rp 20 Miliar untuk Pasang Solar Panel di 40 Stasiun

1 hari lalu

KAI Siapkan Duit Rp 20 Miliar untuk Pasang Solar Panel di 40 Stasiun

KAI meresmikan penggunaan pembangkit solar panel di Stasiun Gambir dengan daya 40,5 kWp dan gedung Jakarta Railway Center (JRC) dengan daya 40 kWp.


Pasang Solar Panel di Gambir dan Gedung JRC, KAI Klaim Hemat Biaya Listrik 10 Persen

1 hari lalu

Pasang Solar Panel di Gambir dan Gedung JRC, KAI Klaim Hemat Biaya Listrik 10 Persen

KAI menggelontorkan Rp 1 miliar untuk memasang solar panel di dua tempat.


KAI Gelontorkan Rp 1 Miliar untuk Pasang Solar Panel di Gambir dan Gedung JRC

1 hari lalu

KAI Gelontorkan Rp 1 Miliar untuk Pasang Solar Panel di Gambir dan Gedung JRC

Pemasangan solar panel itu merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-77 KAI


Transisi ke Energi Terbarukan, KAI Pasang Solar Panel di Stasiun Gambir dan JRC

1 hari lalu

Transisi ke Energi Terbarukan, KAI Pasang Solar Panel di Stasiun Gambir dan JRC

KAI meresmikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar panel di Stasiun Gambir dengan daya 40,5 kWp.


Pengemudi Ojek Online Desak Jokowi Turun Tangan Atasi Masalah Dugaan Pelanggaran Aplikator

5 hari lalu

Pengemudi Ojek Online Desak Jokowi Turun Tangan Atasi Masalah Dugaan Pelanggaran Aplikator

Sejumlah aplikator, menurut pengemudi ojek online, telah memotong komisi di atas 15 persen.


Cerita Driver Online yang Tarifnya Dipotong Aplikator 35 Persen

6 hari lalu

Cerita Driver Online yang Tarifnya Dipotong Aplikator 35 Persen

Pekan lalu, Driver Online Indonesia atau Drone berunjuk rasa di kantor Grab Indonesia dan Gojek.


Tak Cuma Motor Listrik, Pemerintah Juga Bikin Regulasi Mobil Listrik Konversi

14 hari lalu

Tak Cuma Motor Listrik, Pemerintah Juga Bikin Regulasi Mobil Listrik Konversi

Pemerintah telah menggulirkan regulasi baru yang mengatur soal konversi mobil berbahan bakar minyak menjadi mobil listrik baterai.


Rekam Jejak Penyesuaian Tarif Ojol Selama 5 Tahun Terakhir

17 hari lalu

Rekam Jejak Penyesuaian Tarif Ojol Selama 5 Tahun Terakhir

Penyesuaian tarif ojol naik tidak dialami sekali dua kali. Berikut adalah rekam jejak kenaikannya selam lima tahun terakhir.


Kembali Layani Penerbangan Komersial, Ini Profil Bandara Halim Perdanakusuma

23 hari lalu

Kembali Layani Penerbangan Komersial, Ini Profil Bandara Halim Perdanakusuma

Bandara Halim Perdanakusuma kembali melayani penerbangan komersial, Kamis, 1 September 2022. Sejak kapan melayani penerbangan komersial?