Erick Thohir: BUMN Siap 100 Persen Terapkan Protokol New Normal

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir saat melihat uji coba alat ventilator milik Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Kamis, 16 April 2020. Erick Thohir berharap wabah COVID-19 ini menjadi titik balik bagi Indonesia untuk menghasilkan produk kesehatan dalam negeri khususnya ventilator guna menunjang fasilitas Rumah Sakit yang ada di Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir saat melihat uji coba alat ventilator milik Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Kamis, 16 April 2020. Erick Thohir berharap wabah COVID-19 ini menjadi titik balik bagi Indonesia untuk menghasilkan produk kesehatan dalam negeri khususnya ventilator guna menunjang fasilitas Rumah Sakit yang ada di Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan bahwa 100 persen perusahaan negara siap menerapkan protokol normal baru.

    "Target kami siapkan protokol itu untuk BUMN tanggal 25 Mei, tapi baru komplit 100 persen pada 27 Mei kemarin. Kebayang kalau dimulai new normal tanggal 5 Juni tapi belum siap, maka itu kami lakukan duluan," ujar Menteri Erick dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat 29 Mei 2020.

    Ia mengatakan BUMN harus siap mengantisipasi new normal mengingat sepertiga ekonomi nasional dikontribusi oleh BUMN

    "Dan kita juga harus terdepan, dalam arti melayani," ucapnya.

    Maka itu, lanjut Erick, semua BUMN harus punya "task force" penanganan COVID-19 yang mumpuni, baik untuk pegawai maupun pelanggan. Selain itu, BUMN juga harus memiliki pola kerja yang fleksibel mengingat BUMN ada di setiap provinsi dengan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berbeda-beda.

    "Nah ini dinamika, kami berkoordinasi juga dengan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas COVID-19," katanya.

    Erick mengingatkan, protokol COVID-19 BUMN harus terus dievaluasi mengingat vaksin virus corona belum ditemukan.

    "Tentu ada adjustment selama belum ditemukan vaksin dan lain-lain, pasti adjustment itu ada," ucapnya.

    Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menegaskan pegawai perusahaan BUMN siap beraktivitas di kantor. Namun, hal itu tergantung dari kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di masing-masing daerah.

    "Kalau PSBB dibuka kami siap new normal. Holding tambang juga ikut PSBB," ucapnya.
     

    ANTARA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.