Kilang Minyak dan Petrokimia Tuban Ditargetkan Beroperasi 2026

Tuban Jadi Kawasan Industri Petrokimia

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan kompleks kilang minyak dan petrokimia di Tuban, Jawa Timur, bisa mulai beroperasi 2026. Sebab, pembebasan lahan untuk pembangunan kompleks kilang sudah hampir rampung, mencapai 92 persen dari total 841 hektar. 

“Proyek ini akan memberikan manfaat sangat besar bagi anak bangsa,” kata Direktur Promosi Sektoral BKPM Imam Soejoedi dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 28 Mei 2020.

Nilai proyek ini mencapai Rp 211,9 triliun. Saat menyelesaikan proses negosiasi dengan masyarakat sekitar proyek, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia sempat menyebut proyek ini akan menyerap 20 ribu tenaga kerja pada masa konstruksi dan 2.500 pekerja dalam tahap operasional.

Proyek investasi di Tuban ini termasuk dalam daftar Rp 708 triliun investasi mangkrak yang dicatatkan oleh BKPM. Sejak kerja sama antara Pertamina dan Rosneft terbentuk di tahun 2017, proyek pembangunan tertunda lama yang salah satunya disebabkan kendala pembebasan lahan. Baru pada Februari 2020, proyek kembali dilanjutkan setelah negosiasi dengan masyarakat sekitar rampung.

Proyek Kilang Minyak Tuban dimiliki PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia, yang merupakan usaha patungan antara Pertamina (55 persen) dan Rosneft PJSC dari Rusia (45 persen). Proyek ini bagian dari New Grass Root Refinery (NGRR) yang dibangun Pertamina untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri dan memproduksi petrokimia berkualitas tinggi. 

Sementara itu, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia (MP2) Pertamina Ignatius Tallulembang menyatakan proyek ini menjadi prioritas untuk segera diselesaikan. Pertamina dan Rosneft bahkan telah menandatangani kontrak desain Kilang Tuban dengan kontraktor terpilih pada Oktober 2019 yang lalu. 

Saat ini, Basic Engineering Design (BED) dan Front End Engineering Design (FEED) tengah berjalan. “Dengan dukungan semua pihak, pembangunan kilang diharapkan berjalan lancar dan selesai sesuai waktu yang ditargetkan, sehingga kita bisa berdaulat secara energi,” kata Ignatius.

FAJAR PEBRIANTO






Bahlil Lahadalia: Ekonomi Global Saat Ini Gelap, Gelap Sesungguhnya

1 hari lalu

Bahlil Lahadalia: Ekonomi Global Saat Ini Gelap, Gelap Sesungguhnya

Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan ekonomi global sedang mengalami masa yang tidak menguntungkan.


Di Hadapan CEO Freeport, Bahlil: Saya Lulusan Universitas Daerah, Bukan Kampus Top

1 hari lalu

Di Hadapan CEO Freeport, Bahlil: Saya Lulusan Universitas Daerah, Bukan Kampus Top

Bahlil menyebutkan dirinya hanya lulusan universitas di daerah. Kampus Bahlil bahkan bukan termasuk kampus top di Papua.


Terpopuler Bisnis: Bahlil Ungkap Kondisi Dunia Gelap, Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp 175,3 T

2 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Bahlil Ungkap Kondisi Dunia Gelap, Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp 175,3 T

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Selasa dimulai dari Bahlil Lahadalia mengungkapkan kondisi global saat ini sangat gelap.


Uniknya Kota Cilacap: Tradisi Sedekah Laut hingga Punya 3 PLTU

2 hari lalu

Uniknya Kota Cilacap: Tradisi Sedekah Laut hingga Punya 3 PLTU

Cilacap punya beberapa destinasi wisata yang bisa jadi pilihan saat liburan. Apa saja?


Sebut Kondisi Global Sangat Gelap, Bahlil Uraikan Banyaknya Fakta Ketidakpastian

2 hari lalu

Sebut Kondisi Global Sangat Gelap, Bahlil Uraikan Banyaknya Fakta Ketidakpastian

Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kondisi global saat ini sangat gelap.


Bahlil Sebut Dua Tahun Lagi Pemerintah Balik Modal Setelah Kuasai Saham Freeport

2 hari lalu

Bahlil Sebut Dua Tahun Lagi Pemerintah Balik Modal Setelah Kuasai Saham Freeport

Bahlil Lahadalia memastikan, dalam dua tahun lagi pemerintah akan balik modal setelah menguasai 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI).


Bahlil Cerita Investasi Pabrik Pipa Belanda Rp 1,9 Triliun Nyaris Berlabuh ke Vietnam

2 hari lalu

Bahlil Cerita Investasi Pabrik Pipa Belanda Rp 1,9 Triliun Nyaris Berlabuh ke Vietnam

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menceritakan apa yang terjadi di balik realisasi investasi perusahaan pipa Belanda di Indonesia.


Siang Ini Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa di Batang

3 hari lalu

Siang Ini Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa di Batang

Jokowi siang ini akan terbang menuju Kawasan Industri Terpadu Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.


Singapura Ekspor BBM Meski Tak Punya Ladang Minyak, Ini Penjelasan Eks Menteri ESDM

8 hari lalu

Singapura Ekspor BBM Meski Tak Punya Ladang Minyak, Ini Penjelasan Eks Menteri ESDM

Arcandra Tahar membeberkan bagaimana Singapura yang tak memiliki ladang minyak bisa menjadi salah satu negara eksportir BBM di Asia.


Bahlil Sebut dari 2.078 Izin Usaha Pertambangan yang Dicabut, 90 Sudah Dipulihkan

10 hari lalu

Bahlil Sebut dari 2.078 Izin Usaha Pertambangan yang Dicabut, 90 Sudah Dipulihkan

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan dari 2.078 izin usaha pertambangan atau IUP yang dicabut, ada 700 perusahaan yang menyatakan keberatan.