BI: Aliran Modal Asing ke SBN Capai Rp 9,12 Triliun pada Mei

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan pemaparan dalam acara Digital Transformation For Indonesian Economy di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. TEMPO menggelar acara diskusi bertajuk Digital Transformation For Indonesian Economy dengan tema Finding The New Business Models. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan pemaparan dalam acara Digital Transformation For Indonesian Economy di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. TEMPO menggelar acara diskusi bertajuk Digital Transformation For Indonesian Economy dengan tema Finding The New Business Models. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan aliran modal asing atau inflow melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) selama periode Mei 2020 mencapai Rp 9,12 triliun.

    "Hal ini membuktikan dengan meredanya kepanikan global dan langkah-langkah penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Kamis, 29 Mei 2020.

    Perry mengatakan aliran modal itu mencakup inflow pada minggu pertama Mei sebesar Rp 2,97 triliun dan minggu kedua Mei sebesar Rp 6,15 triliun.

    Ia juga menambahkan masuknya aliran modal karena kepercayaan investor itu juga memicu terjadinya penurunan imbal hasil (yield) SBN di pasar sekunder.

    Sebelum pandemi Covid-19, yield SBN tercatat sebesar 8,0 persen dan pada Jumat (15/5) turun menjadi 7,76 persen, kemudian pada Selasa (26/5) kembali turun menjadi 7,22 persen.

    BI menilai perbedaan suku bunga yang tinggi sebesar 6,7 persen, antara yield SBN 10 tahun dengan obligasi pemerintah AS selama 10 tahun, telah menarik para investor.

    Ia memastikan masuknya aliran modal juga menjadi penyebab terjadinya penguatan rupiah yang saat ini telah berada pada kisaran Rp 14.700 per dolar AS.

    "Kondisi rupiah yang stabil memberikan keyakinan bahwa nilai tukar rupiah akan terus menguat menuju ke arah tingkat fundamental," kata Perry.

    Meski demikian, pergerakan serupa tidak dialami oleh instrumen saham yang masih mencatatkan adanya aliran modal keluar atau outflow selama periode Mei sebesar Rp 2,72 triliun.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BUMN Bio Farma Produksi Vaksin Virus Corona 2021, Ada Syaratnya

    Bio Farma memerlukan akan produksi vaksin virus corona awal 2021 bila semua syarat terpenuhi. BUMN itu bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd.