Pelonggaran Kuantitatif, BI Gelontorkan Rp 583,5 T Hingga Mei

Reporter

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil rapat dewan gubernur BI bulan Januari 2020 di Jakarta, Kamis 23 Januari 2020. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan BI telah melakukan pelonggaran kuantitatif alias quantitative easing sebesar Rp 583,5 triliun sejak awal tahun hingga Mei 2020.

"Bank Indonesia terus melakukan pelonggaran likuiditas kepada perbankan agar ini nanti bersama stimulus fiskal pemerintah dan restrukturisasi kredit oleh OJK bersama-sama mendukung pemulihan ekonomi," ujar Perry dalam konferensi video, Kamis, 28 Mei 2020.

Dalam kaidah kebijakan moneter, jika likuiditas kurang, maka bank sentral menambah likuiditas di perbankan atau melakukan pelonggaran kuantitatif. Caranya di dalam operasi moneter, antara lain, menurunkan Giro Wajib Minimum atau GWM. Cara lainnya, memberikan fasilitas kepada bank yang punya kebutuhan likuiditas. Bank tersebut bisa datang ke BI membawa SBN, lalu di-repokan atau diganti. Selain itu, BI membeli SBN dari pasar sekunder yang dijual asing.

Adapun berdasarkan data bank sentral, pelonggaran kuantitatif itu diberikan antara lain sebesar Rp 415,8 triliun mulai Januari hingga April 2020. Sementara itu, pada Mei 2020, pelonggaran kuantitatif tercatat sebesar Rp 167,7 triliun.

Rinciannya, pada Januari hingga April 2020 BI telah menggelontorkan dana sekitar Rp 166,2 triliun untuk membeli SBN yang dilepas asing di pasar sekunder. Selain itu, untuk term repo guna menambah likuiditas perbankan sebesar Rp 160 triliun, penurunan Giro Wajib Minimum dari Januari sampai April Rp 53 triliun dan FX swap Rp 36,6 triliun.

Sementara, untuk bulan Mei 2020, pelonggaran kuantitatif diberikan melalui penurunan penurunan GWM rupiah sebesar Rp 102 triliun, tidak mewajibkan tambahan giro bagi bank yang tidak memenuhi RIM Rp 15,8 triliun, serta untuk term repo perbankan dan FX Swap Rp 49,9 triliun.

Perry mengatakan kebijakan moneter itu adalah untuk menyediakan likuiditas di pasar uang dan perbankan. Pasalnya, Bank Indonesia tidak bisa langsung menyentuh sektor riil. Ia mengatakan sektor riil nantinya bisa digerakkan melalui kebijakan fiskal pemerintah maupun stimulus melalui restrukturisasi kredit perbankan melalui kebijakan OJK.

CAESAR AKBAR






BI, Kemenkeu, hingga OJK Resmi Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

2 hari lalu

BI, Kemenkeu, hingga OJK Resmi Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

Tujuan penerbitan ini oleh BI hingga OJK adalah mengawal proses reformasi referensi suku bunga rupiah.


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

9 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


BI Perkirakan Inflasi pada Akhir Tahun Tembus 6 Persen Gara-gara Harga BBM

9 hari lalu

BI Perkirakan Inflasi pada Akhir Tahun Tembus 6 Persen Gara-gara Harga BBM

Untuk meredam gejolak inflasi, BI akan melakukan sinergi kebijakan yang lebih kuat dengan pemerintah pusat dan daerah.


Gubernur BI Ungkap Kenaikan Suku Bunga Tak Hanya untuk Kendalikan Inflasi, Tapi..

9 hari lalu

Gubernur BI Ungkap Kenaikan Suku Bunga Tak Hanya untuk Kendalikan Inflasi, Tapi..

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan alasan kenaikan suku bunga acuan BI-7 day reverse repo rate hingga 50 basis poin.


Ekonom Prediksi BI Kerek Suku Bunga hingga 50 Basis Poin

9 hari lalu

Ekonom Prediksi BI Kerek Suku Bunga hingga 50 Basis Poin

Proyeksi kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 50 basis poin, kata Radhika, tidak dapat dikesampingkan di tengah langkah The Fed yang hawkish.


Gubernur BI: Inflasi Pangan dan Tarif Angkutan Sudah Bergejolak di Hampir Semua Daerah

17 hari lalu

Gubernur BI: Inflasi Pangan dan Tarif Angkutan Sudah Bergejolak di Hampir Semua Daerah

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan harga-harga komoditas yang diatur pemerintah atau administered price telah berimbas pada laju inflasi.


IKK Agustus Naik Jadi 124,7, BI: Konsumen Optimistis dengan Kondisi Ekonomi

23 hari lalu

IKK Agustus Naik Jadi 124,7, BI: Konsumen Optimistis dengan Kondisi Ekonomi

BI mencatat kenaikan indeks tersebut didorong oleh keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Indonesia.


Cadangan Devisa RI Sepanjang Agustus 2022 Tak Bergerak dari Juli

24 hari lalu

Cadangan Devisa RI Sepanjang Agustus 2022 Tak Bergerak dari Juli

Cadangan devisa RI masih di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.


Harga BBM Naik, Gubernur BI Ungkap Dampak Besar ke Inflasi Tak Hanya di Putaran Pertama

28 hari lalu

Harga BBM Naik, Gubernur BI Ungkap Dampak Besar ke Inflasi Tak Hanya di Putaran Pertama

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo membeberkan sejumlah dampak besar yang harus diwaspadai dari kenaikan harga BBM.


Gubernur BI Bicara tentang Pendidikan di Sekolah Almamater SMAN 3 Solo

28 hari lalu

Gubernur BI Bicara tentang Pendidikan di Sekolah Almamater SMAN 3 Solo

Perry mengajak agar semua alumni berperan aktif mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah almamater mereka.