Kominfo Prediksi Penggunaan Internet Naik Terus Saat New Normal

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua karyawan XL Axiata mengaktigfkan fitur Xtra Unlimited Turbo saat peluncuran promo tersebut di Surabaya, Jawa Timur, Kamis 5 Maret 2020. Peluncuran promo itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan internet tanpa batasan kuota dan kecepatan di wilayah Jawa Timur. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Dua karyawan XL Axiata mengaktigfkan fitur Xtra Unlimited Turbo saat peluncuran promo tersebut di Surabaya, Jawa Timur, Kamis 5 Maret 2020. Peluncuran promo itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan internet tanpa batasan kuota dan kecepatan di wilayah Jawa Timur. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebutkan penggunaan internet menunjukkan peningkatan hingga 40 persen pada saat pandemi virus corona atau Covid-19. Akses yang biasanya didominasi dari kawasan perkantoran kini beralih ke kawasan pemukiman.

    “Data yang diterima Kominfo selama pandemi menunjukkan adanya peningkatan penggunaan akses internet dan pemanfaatan teknologi informasi untuk menunjang aktivitas harian masyarakat dan kami perkirakan pemanfaatan internet akan terus meningkat seiring memasuki tatanan kehidupan baru (new normal) pasca COVID-19," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan melalui keterangan tertulis, Kamis 28 Mei 2020.

    Penggunaan platform digital, kata Semuel, tak hanya membantu mempermudah komunikasi masyarakat, tetapi juga membantu UMKM untuk terus dapat bertahan dalam masa pandemi sekarang. Sehingga menurutnya, kepercayaan publik kepada platform digital penting untuk dijaga dan
    ditingkatkan.

    Kementerian Kominfo pun telah bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengatasi isu keamanan pada platform digital. "Kami terus menerus mengimbau masyarakat untuk menjaga kerahasiaan data pribadinya," ucapnya.

    Sebagai tindak lanjut menjaga keamanan pada platformnya, Senior Vice President IT Governance, Risk & Compliance, GoPay, Genesha Saputra menjelaskan, sistemnya telah diberikan proteksi bernama Gojek SHIELD.

    "Yakni kemanan yang menjamin pengguna saat menggunakan aplikasi Gojek. Gojek SHIELD diaplikasikan di seluruh aplikasi untuk konsumen, merchant dan mitra driver," ucapnya.

    Dia menjelaskan, penerapan sistem keamanan tersebut memungkinkan adanyaperlindungan keamanan berlapis melalui penerapan verifikasi PIN, dan intervensi percakapan berbasis AI (artificial intelligence). Hal itu disematkan guna mencegah aksi penipuan bermodus manipulasi psikologis.

    Kominfo, GoPay dan Gojek secara proaktif mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih waspada dalam aktivitas daring. GoPay pun memberikan proteksi keamanan tambahan yakni jaminan saldo kembali guna menunjang kenyamanantransaksi pengguna di platform daring.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.