BI Yakin Kurs Rupiah Menguat di Bawah Rp 14 Ribu Per Dolar AS

Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia meyakini nilai tukar rupiah akan terus menguat, bahkan mencapai di bawah Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat. Sebab, saat ini bank sentral menilai kurs rupiah masih undervalue dan terus menguat ke arah fundamentalnya.

"Ingat sebelum Covid-19 nilai tukar rupiah pernah di bawah Rp 14.000, yaitu di Rp 13.800, pernah juga Rp 13.600, itu akan mengarah ke sana," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi video, Kamis, 28 Mei 2020.

Perry mengatakan salah satu faktor yang akan menguatkan nilai tukar rupiah adalah premi risiko yang akan terus menurun. Saat ini angka tersebut masih cukup tinggi ketimbang sebelum masa wabah lantaran masih ada ketidakpastian dan persepsi risiko di pasar keuangan global.

Premi risiko, kata Perry, antara lain melalui credit default swap alias CDS. Sebelum masa Covid-19, angka CDS berada cukup rendah di level 66. Ketika kepanikan global berada di tingkat tertinggi pada pekan kedua dan ketiga Maret, angka tersebut sempat melambung hingga ke 245.

Sekarang dengan meredanya kepanikan global dan adanya upaya penanganan Covid-19 di Indonesia, angka tersebut kembali turun ke angka 160. Dengan demikian, Perry meyakini rupiah akan bergerak ke arah fundamentalnya.

Adapun pergerakan ke tingkat fundamental nilai tukar rupiah juga diindikasikan dengan inflasi yang rendah, defisit neraca transaksi berjalan yang rendah, kebutuhan devisa berkurang, serta masuknya kembali aliran modal asing ke Tanah Air. Berbagai faktor itu dipercaya akan menyokong stabilitas nilai tukar ke arah fundamental.

Kemarin, BI mencatat nilai tukar ditutup menguat pada angka Rp 14.670 per dolar AS, atau menguat Rp 60 ketimbang sebelumnya. Sementara itu, sepanjang hari ini, rupiah diperdagangkan stabil di angka 14.700 per dolar AS. "Itu yang meyakinkan kami bahwa nilai tukar rupiah ke depan akan terus menguat," kata Perry.

 






Terkini BIsnis: Jokowi Minta Sri Mulyani Eman-eman APBN, BI Komentari Rupiah Jeblok

19 menit lalu

Terkini BIsnis: Jokowi Minta Sri Mulyani Eman-eman APBN, BI Komentari Rupiah Jeblok

Berita terkini bisnis pada siang hari ini dimulai dari permintaan Presiden Jokowi ke Sri Mulyani agar berhati-hati dalam mengelola APBN.


Rupiah Jeblok ke 15.266 per Dolar AS, BI: Inflasi di Emerging Market Tak Sebesar Negara Maju

3 jam lalu

Rupiah Jeblok ke 15.266 per Dolar AS, BI: Inflasi di Emerging Market Tak Sebesar Negara Maju

Bank Indonesia (BI) angkat bicara menanggapi jebloknya nilai tukar rupiah belakangan telah tembus ke 15.266 per dolar AS.


Utang Pemerintah Naik, Kini Tembus Rp 7.236,61 Triliun

4 jam lalu

Utang Pemerintah Naik, Kini Tembus Rp 7.236,61 Triliun

Utang pemerintah hingga posisi akhir Agustus 2022 telah sebesar Rp 7.236,61 triliun. Angka itu naik sekitar 1,01 persen atau Rp 73,49 triliun dari posisi Juli 2022 sebesar Rp 7.163,12 triliun.


Analis: Pasar Keuangan yang Gelisah Mendorong Dolar AS ke Puncak

19 jam lalu

Analis: Pasar Keuangan yang Gelisah Mendorong Dolar AS ke Puncak

Pasar keuangan yang gelisah mendorong dolar ke puncak baru dua dekade, karena kenaikan suku bunga global memicu kekhawatiran resesi.


Kian Melemah, Rupiah Diperkirakan Bakal Tembus Rp 15.400 Per Dolar AS

1 hari lalu

Kian Melemah, Rupiah Diperkirakan Bakal Tembus Rp 15.400 Per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kian tertekan pada perdagangan hari ini, Rabu, 28 September 2022.


Rupiah Diperkirakan Melemah ke Rp 15.150 per Dolar AS, Terancam Sentimen Resesi 2023

1 hari lalu

Rupiah Diperkirakan Melemah ke Rp 15.150 per Dolar AS, Terancam Sentimen Resesi 2023

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih akan kembali melemah pada hari ini.


Rupiah Menguat Tipis ke 15.124 per Dolar AS, Analis: Prediksi Resesi Picu Kenaikan Suku Bunga

1 hari lalu

Rupiah Menguat Tipis ke 15.124 per Dolar AS, Analis: Prediksi Resesi Picu Kenaikan Suku Bunga

Tak hanya rupiah, sejumlah mata uang lain di kawasan Asia juga ditutup menguat.


Ancaman Resesi Global 2023, Indef Beberkan Sektor yang Akan Paling Terpukul

1 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Indef Beberkan Sektor yang Akan Paling Terpukul

Indef memperkirakan jika ancaman resesi global tahun 2023 sektor industri yang akan luar biasa tertekan adalah yang bahan bakunya dari luar negeri.


Layanan BI Fast Tahap IV Gandeng 10 Mitra Bank, Apa Saja?

1 hari lalu

Layanan BI Fast Tahap IV Gandeng 10 Mitra Bank, Apa Saja?

Sepuluh mitra bank resmi menjadi peserta BI Fast tahap IV melalui Multi-tenancy Infrastruktur Sharing PT Rintis Sejahtera.


Rupiah Diprediksi Melemah ke 15.070 per Dolar AS, Apa Saja Pemicunya?

3 hari lalu

Rupiah Diprediksi Melemah ke 15.070 per Dolar AS, Apa Saja Pemicunya?

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah pada hari ini akan kembali melemah.