Bisnis Properti Loyo, Metropolitan Land Fokus ke Pasar Ini

Reporter

Editor

Setri Yasra

Petugas menawarkan properti pada pengunjung dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, 16 November 2019. Dalam IPEX 2019 BTN membidik potensi transaksi KPR senilai Rp3 triliun. TEMPO/Fajar Januarta

TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covid-19 membawa kabar buruk bagi banyak sektor industri, tak terkecuali  properti. Menghadapi kondisi ini, PT Metropolitan Land Tbk., tetap optimistis bertahan dengan mengoptimalkan segmentasi pasar yang sudah ada.  

Direktur Keuangan Metropolitan Land Olivia Surodjo mengatakan, perseroan tetap mengincar konsumen pasar menengah dan menengah ke bawah. Menurut dia, di segmen menengah ke bawah, perseroan membanderol hunian dengan harga di bawah Rp1,5 miliar.  “Segmen pasar menengah ke masih  memiliki daya beli untuk menyerap penawaran produk properti,” katanya, Kamis, 28 Mei 2020.

Kendati, dia melanjutkan, untuk waktu sehabis lebaran biasanya produk properti belum menjadi fokus pembeli. Apalagi ditambah pandemi Covid-19. “Tapi tetap harusnya pasar menengah dan menengah bawah harusnya masih oke,” kata Olivia.

Emiten berkode saham MTLA itu menargetkan pemasaran tahun ini bisa menyentuh Rp2 triliun sampai dengan Rp2,1 triliun. Berdasarkan laporan keuangan 2019, perseroan memiliki persediaan aset lancar real estate mencapai Rp2,30 triliun.  Aset itu terdiri dari bangunan siap dijual Rp 76,77 miliar, bangunan dalam konstruksi Rp194,83 miliar dan tanah yang sedang dikembangkan Rp2,03 triliun.

Di sisi lain,  MTLA belum berniat memberikan potongan harga atau diskon untuk menjaga penjualan. Manajemen perseroan memilih untuk membatasi pengeluaran atas kegiatan promosi iklan dan pemasaran. Selain itu, menunda pengembangan proyek - proyek baru, memperlambat pembangunan proyek komersial yang sedang berlangsung dan menunda pembelian lahan baru.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham MTLA tengah naik 3,09 persen atau 12 poin menjadi Rp400 pada 15.00 WIB. Price earning ratio MTLA tercatat 6,29 kali dengan price to book ratio 2,18 kali.

Sebelumnya, CEO Indonesia Property Watch Advisory Group Ali Tranghanda memperkirakan harga properti bakal menurun selama kuartal II tahun 2020. Penurunan harga properti ini menyusul merosotnya bisnis properti akibat wabah virus Corona atau Covid-19.

Ali mengatakan penurunan harga properti berpotensi dialami oleh pasar primer maupun sekunder alias bekas. "Kuartal kedua kayaknya akan ada penurunan 5 persen hingga 8 persen di pasar primer, sedangkan pasar sekunder masih di bawah 5 persen," ujarnya, Kamis, 7 Mei 2020.

Ia juga memprediksi bahwa selama kuartal kedua tahun ini tekanan hebat melanda bisnis properti termasuk segmen residensial. Apalagi, tanda-tanda melesunya bisnis ini tercermin di survei IPW kuartal pertama di 2020. Salah satu faktor penurunan harga properti adalah tingkat permintaan dan daya beli yang menurun menyusul ketidakpastian ekonomi akibat Corona.

Terlebih, masyarakat lebih memilih menyimpan dananya atau membeli kebutuhan pokok lain selama ketidakpastian ekonomi ini masih berlangsung.  "Tingkat permintaan [terhadap properti] bisa dikarenakan turunnya daya beli atau turunnya minat (membeli rumah untuk sementara waktu)," ujar Ali.

BISNIS.COM






Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

13 jam lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

16 jam lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

21 jam lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.


Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

1 hari lalu

Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan Samsat Keliling di 14 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) untuk hari ini.


Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

2 hari lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

3 hari lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

3 hari lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

3 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

4 hari lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

5 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin