Adaro Sumbang Rp 2,5 Miliar Produksi Ventilator Buatan UI

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ventilator Transport Lokal Rendah Biaya Berbasis Sistem Pneumatik (COVENT-20) yang dikembangkan oleh Universitas Indonesia untuk penanganan Covid-19. Kredit: Humas UI

    Ventilator Transport Lokal Rendah Biaya Berbasis Sistem Pneumatik (COVENT-20) yang dikembangkan oleh Universitas Indonesia untuk penanganan Covid-19. Kredit: Humas UI

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (Adaro) melalui Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) memberikan bantuan senilai Rp 2,5 miliar kepada Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) untuk pembuatan dan pendistribusian 100 ventilator COVENT-20 ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan.

    ”Dalam kondisi pandemik ini, kita semua harus bergerak cepat, saling membantu terutama dalam penyediaan alat kesehatan yang sangat diperlukan untuk penanganan Covid-19," ujar Dewan Pengawas YABN sekaligus Direktur Adaro M. Syah Indra Aman dalam keterangan tertulis, Kamis, 28 Mei 2020.

    Menurut Indra, kebutuhan ventilator untuk rumah sakit di seluruh Indonesia cukup besar. Ia meyakini pemerintah tidak bisa sendiri dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Karena itu, ia mengapresiasi inovasi dari UI yang menciptakan ventilator COVENT-20 yang berbiaya rendah namun memiliki keunggulan untuk mempercepat penanganan pasien maupun PDP Covid-19.

    Kegiatan donasi ini, kata dia, selaras dengan salah satu pilar program YABN yaitu Adaro Nyalakan Raga, yang fokus untuk mendukung pencapaian peningkatan kesehatan masyararakat, baik di area operasional perseroan, maupun di Indonesia secara umum.

    Dekan Fakultas Teknik UI Hendri D.S. Budiono menjelaskan bahwa sejak awal ide COVENT-20 dicetuskan untuk pengabdian kepada negara dan penanggulangan Covid-19 di Tanah Air. Apalagi, saat ini, lebih dari 2.000 ventilator dibutuhkan oleh rumah sakit-rumah sakit di seluruh Indonesia.

    Untuk itu, UI dan FTUI pun membangun kolaborasi dalam pengembangan riset dan inovasi khususnya di bidang alat-alat kesehatan. "Kerja sama dengan Adaro ini merupakan perwujudan sinergi antara universitas dan industri dalam mewujudkan hilirisasi riset yang berguna bagi Indonesia,” kata Hendri.

    Ketua Tim Ventilator UI, Basari, menuturkan saat ini COVENT-20 telah dinyatakan lulus uji produk untuk mode ventilasi CMV dan CPAP di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) pada April 2020. Ventilator ini juga telah menyelesaikan uji pra klinis pada hewan di Animal Facility IMERI FKUI dengan hasil yang memuaskan. "Saat ini COVENT-20 tengah menjalani uji klinis pada manusia di RSCM, Jakarta,” ujarnya.

    Basari mengatakan COVENT-20 memiliki keunggulan berupa ventilasi multimode Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) dan Continuous Mandatory Ventilation (CMV). Keunggulan lainnya adalah biaya produksi yang lebih hemat, compact, portable, hemat energi, serta mudah dioperasikan.

    Ke depannya, sesuai komitmen FTUI, Ventilator COVENT-20 tidak bakal diperjualbelikan secara komersil. Pengadaan dan distribusi ventilator ini dilakukan melalui penggalangan donasi yang dikoordinasikan di bawah Ikatan Alumni UI.

    Selain donasi pribadi maupun kelompok dari para alumni UI, beberapa perusahaan lain juga telah berkomitmen untuk menyumbangkan sejumlah ventilator kepada rumah sakit di seluruh Indonesia. Penyaluran ditentukan berdasarkan tingkat urgensi dan utilitas, serta rekomendasi donatur.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.