BPS Sebut Dua Perbedaan Sensus Penduduk 2020 Ketimbang Sebelumnya

Sensus Penduduk 2020

TEMPO.CO, JakartaPerhelatan Sensus Penduduk Online 2020 bakal berakhir pada Jumat besok, 29 Mei 2020. Nantinya, Badan Pusat Statistik atau BPS juga akan menggelar sensus dari pintu ke pintu alias door to door untuk mencakupi penduduk yang belum mengisi daring.

Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik Margo Yuwono mengatakan secara umum ada dua poin perbedaan Sensus Penduduk Tahun 2020, ketimbang sensus-sensus sebelumnya. Semenjak merdeka, Indonesia telah menggelar sensus antara lain pada 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010.

"Ada dua perbedaan, sensus sebelumnya seluruhnya dilakukan secara door-to-door dan sensus sebelumnya tidak menggunakan pre-list," ujar Margo kepada Tempo, Kamis, 28 Mei 2020.

Pada tahun ini, sensus penduduk dilakukan melalui dua tahapan. Tahapan pertama adalah secara daring, yaitu mulai Februari hingga akhir Mei 2020. Setelah itu, BPS akan melakukan sensus door-to-door sepanjang September 2020.

Selain itu, pada sensus tahun ini pun BPS menggunakan data awalan dari Data Kependudukan dan Catatan Sipil. Data tersebut kemudian dimutakhirkan di lapangan melalui sensus penduduk. Metode tersebut dinilai bisa mempermudah BPS dalam melakukan sensus. "Selain itu, tujuan besarnya adalah untuk mewujudkan satu data kependudukan."

Sejauh ini, kata Margo, penduduk yang mengisi sensus penduduk online baru mencapai sekitar 47 juta penduduk. Padahal, BPS menargetkan sensus online itu bisa menjangkau 22,9 persen dari total penduduk atau sekitar 61 juta penduduk. "Kami sedang mengevaluasi lagi apakah akan diperpanjang atau tidak," ujar Margo.

Sebelumnya BPS telah memperpanjang tenggat waktu sensus penduduk tersebut. Mulanya, sensus online direncanakan berlangsung 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Namun, lantaran adanya wabah Covid-19 dan target sensus daring yang belum tercapai, maka tenggat waktu sensus daring tersebut diperpanjang ke Mei 2020.

Untuk memaksimalkan satu hari sebelum penutupan sensus penduduk online, Margo mengatakan lembaganya sudah melakukan publikasi melalui beberapa saluran. Saluran publikasi itu misalnya melalui media sosial, sekolah, kementerian dan lembaga, hingga dinas-dinas di daerah.






Redam Resesi Tahun Depan, Ini Saran Pengusaha untuk Pemerintahan Jokowi

3 hari lalu

Redam Resesi Tahun Depan, Ini Saran Pengusaha untuk Pemerintahan Jokowi

Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo meminta pemerintah fokus menjaga daya beli masyarakat dan menaikkan nilai tambah atau hilirisasi produk ekspor


Pendataan Register Sosial Ekonomi 2022, BPS Solo Terjunkan 797 Petugas

10 hari lalu

Pendataan Register Sosial Ekonomi 2022, BPS Solo Terjunkan 797 Petugas

BPS Kota Solo memulai pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), 15 Oktober hingga 14 November 2022.


DKI Dorong Program Pemagangan untuk Kurangi Pengangguran di Jakarta

14 hari lalu

DKI Dorong Program Pemagangan untuk Kurangi Pengangguran di Jakarta

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pengangguran DKI Jakarta pada Februari 2022 berjumlah 410.585 ribu jiwa.


Neraca Perdagangan Surplus USD 5,76 Miliar, BPS: 28 Bulan Berturut-turut

16 hari lalu

Neraca Perdagangan Surplus USD 5,76 Miliar, BPS: 28 Bulan Berturut-turut

BPS mengumumkan neraca perdagangan per Agustus 2022 surplus US$ 4,74 miliar. Apa saja pemicunya?


BPS: Sejumlah Harga Komoditas Unggulan Indonesia Turun Secara Global

16 hari lalu

BPS: Sejumlah Harga Komoditas Unggulan Indonesia Turun Secara Global

Badan Pusat Statistik mencatat sejumlah penurunan harga secara global untuk komoditas-komoditas unggulan Indonesia.


Neraca Perdagangan Barang Januari -Agustus 2022 Surplus USD 34,92 Miliar

16 hari lalu

Neraca Perdagangan Barang Januari -Agustus 2022 Surplus USD 34,92 Miliar

BPS mencatat Neraca Perdagangan Barang secara akumulatif dari Januari hingga Agustus 2022 tumbuh 68,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.


Impor Agustus Naik Jadi USD 22,15 Miliar, Terbesar dari Cina dan Jepang

16 hari lalu

Impor Agustus Naik Jadi USD 22,15 Miliar, Terbesar dari Cina dan Jepang

Impor Indonesia pada Agustus naik 3,77 persen ketimbang Juli.


Ekspor RI Naik 30,15 Persen Jadi USD 27,91 Miliar, Produk Apa Saja yang Jadi Unggulan?

16 hari lalu

Ekspor RI Naik 30,15 Persen Jadi USD 27,91 Miliar, Produk Apa Saja yang Jadi Unggulan?

BPS mencatat nilai ekspor Agustus 2022 mencapai US$ 27,91 miliar. Bila dibandingkan dengan yoy, nilai ekspor tersebut naik 30,15 persen.


Wali Kota Jakarta Pusat Dukung Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi 2022

17 hari lalu

Wali Kota Jakarta Pusat Dukung Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi 2022

Wali Kota Jakarta Pusat meminta para lurah dan camat mendukung pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022.


Ini Kriteria Orang Miskin Menurut BPS dan Bank Dunia

24 hari lalu

Ini Kriteria Orang Miskin Menurut BPS dan Bank Dunia

Dalam usaha mengukur tingkat kemiskinan, BPS mengaplikasikan konsep kemampuan pemenuhan kebutuhan dasar (basic needs approach).