Per Hari Ini, TVRI Masih Punya Utang Rp 42 Miliar

Logo TVRI. wikipedia.org

TEMPO.CO, Jakarta - Hingga hari ini, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI masih memiliki utang sebanyak 42 miliar. Ketua Dewan Pengawas TVRI Arief Hidayat Thamrin mengatakan angka ini adalah utang anggaran dari tahun 2019 ke 2020.

“Ini terjadi saat dirut lama, Pak Helmy Yahya,” kata Arief saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 27 Mei 2020.

Persoalan utang inilah kemudian yang menjadi salah satu tugas pertama yang dibebankan kepada Iman Brotoseno. Rabu kemarin, Iman resmi dilantik menjadi Direktur Utama Pengganti Antarwaktu TVRI untuk masa tugas 2020-2022. Dirut sebelumnya, Helmy Yahya sudah diberhentikan oleh Dewan Pengawas sejak Januari 2020.

“Terpilihnya dirut baru diharapkan dapat menyelesaikan berbagai persoalan manajemen sebelumnya,” kata Arief. Selain masalah utang, Iman juga diminta menyelesaikan masalah kesejahteraan karyawan melalui pengajuan anggaran ke Kementerian Keuangan dan masalah siaran yang bersifat kepublikan.

Sebelumnya, persoalan utang ini juga yang menjadi pemicu pencopotan Helmy Yahya. Saat itu, anggota Dewan Pengawas TVRI Pamungkas Trishadiatmoko mengatakan salah satu alasan pemecatan adalah terkait dengan kontrak tayangan sepak bola Liga Inggris oleh perusahaan.

"Saya akan sampaikan kenapa Liga Inggris itu menjadi salah satu pemicu gagal bayar ataupun munculnya utang skala kecil seperti Jiwasraya," ujar Pamungkas dalam rapat di Kompleks Parlemen, Selasa, 21 Januari 2020.

Pamungkas mengatakan tagihan pembayaran Liga Inggris kepada perseroan bisa semakin menumpuk. Total tagihan itu sekitar Rp 69 miliar belum termasuk pajak.

Rinciannya, angka tersebut terdiri dari Rp 27 miliar tagihan 2019, Rp 21 miliar tagihan pada Maret 2020, serta Rp 21 miliar pada September 2020, dengan masing-masing di luar biaya pajak.

Helmy Yahya telah merespons hal ini saat itu. "Stasiun TV perlu killer content dan monster program yang dibayar mahal hanya untuk supaya orang singgah di stasiun TV. Liga Inggris adalah showcase, sebuah etalase, agar orang mau masuk dan melihat program kami lainnya," tutur dia.






Stafsus Sri Mulyani: Pemerintah Sengaja Kurangi Penarikan Utang Baru

12 menit lalu

Stafsus Sri Mulyani: Pemerintah Sengaja Kurangi Penarikan Utang Baru

Stafsus Sri Mulyani menyatakan pemerintah tengah mengambil sikap mengurangi penarikan utang baru untuk membiayai APBN.


Pemerintah Kantongi Rp 10,75 Triliun dari Lelang SUN Kemarin

7 jam lalu

Pemerintah Kantongi Rp 10,75 Triliun dari Lelang SUN Kemarin

Pemerintah kembali melaksanakan lelang SUN pada 27 September 2022 untuk tujuh seri, satu seri baru dan sisanya seri hasil pembukaan kembali.


Defisit APBN Tahun Depan 2,48 Persen, PKS Ingatkan Sri Mulyani soal Tumpukan Utang

21 jam lalu

Defisit APBN Tahun Depan 2,48 Persen, PKS Ingatkan Sri Mulyani soal Tumpukan Utang

Proyeksi defisit APBN ini lebih rendah dari rancangannya yang sebesar 2,85 persen.


Aprindo Sebut BPDPKS Punya Utang Rp 300 Miliar ke Retail untuk Minyak Goreng Murah

1 hari lalu

Aprindo Sebut BPDPKS Punya Utang Rp 300 Miliar ke Retail untuk Minyak Goreng Murah

Utang itu berasal dari selisih harga keekonomian minyak goreng dengan harga jual. Pemerintah meminta peretail menjual minyak goreng murah.


Sri Mulyani Sebut APBN Surplus Rp 107,4 Triliun di Tengah Guncangan

1 hari lalu

Sri Mulyani Sebut APBN Surplus Rp 107,4 Triliun di Tengah Guncangan

Sri Mulyani mengklaim pemerintah berhasil menjaga keuangan negara tetap surplus hingga bulan lalu.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

2 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


Inilah 5 Alasan Mengapa Negara Perlu Berutang

6 hari lalu

Inilah 5 Alasan Mengapa Negara Perlu Berutang

Berbagai negara dari yang berkembang hingga maju pun memiliki utang. Lantas yang menjadi pertanyaan, mengapa suatu negara perlu untuk berutang?


Inilah Daftar 10 Negara Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia

6 hari lalu

Inilah Daftar 10 Negara Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia

Statistik Utang Luar Negeri Indonesia edisi September 2022 mencatat setidaknya ada 21 negara yang saat ini telah memberikan pinjaman ke Indonesia.


Rupiah Terus Melemah, Ekonom: Beban Bunga Utang Akan Meningkat Tajam Tahun Depan

6 hari lalu

Rupiah Terus Melemah, Ekonom: Beban Bunga Utang Akan Meningkat Tajam Tahun Depan

Pelemahan kurs rupiah yang berlanjut menjadi beban terhadap pembayaran bunga utang luar negeri.


Sebut Utang PLN Turun Rp 93 T, Erick Thohir: Berkat Dorongan Kami dan Pengawasan DPR

6 hari lalu

Sebut Utang PLN Turun Rp 93 T, Erick Thohir: Berkat Dorongan Kami dan Pengawasan DPR

Erick Thohir menegaskan percepatan pembayaran utang tersebut sebagai bagian dari menyehatkan arus kas PLN.