Ekonomi Melambat, Sejumlah Pengembang Properti Lakukan PHK

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para agen penjual rumah tengah menawarkan rumah tinggal pada pameran Properti di sebuah Mall kawasan Jakarta, 21 Maret 2018 Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan, pada tahun 2018 pihaknya menargetkan bisa membangun 236.261 unit rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). TEMPO/Tony Hartawan

    Para agen penjual rumah tengah menawarkan rumah tinggal pada pameran Properti di sebuah Mall kawasan Jakarta, 21 Maret 2018 Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan, pada tahun 2018 pihaknya menargetkan bisa membangun 236.261 unit rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pengembang properti yang kesulitan terimbas pandemi virus Corona atau Covid-19 tak bisa menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para karyawannya. Pasalnya melambatnya perekonomian berdampak pada penjualan dan membuat arus kas perusahaan tak berputar.

    Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, sejumlah pengembang menyatakan bahwa virus Corona telah berdampak pada kegiatan operasional perusahaan. Akibatnya, sejumlah aktivitas pun berjalan secara terbatas bahkan terhenti kurang lebih satu hingga tiga bulan.

    Pengembang PT Metropolitan Land Tbk. tercatat telah melakukan PHK terhadap 17 karyawan dari 1.105 jumlah karyawan keseluruhan. Sementara, 221 lainnya terdampak dengan status lain. 

    Direktur Metropolitan Land, Olivia Surodjo, menyebutkan pandemi Corona telah mengganggu kegiatan di lini bisnis mal di Bekasi dan Cileungsi serta bisnis perhotelan di Bekasi, Cirebon, dan Bali. Gangguan di bisnis mal ini terjadi karena adanya pembatasan operasional yang diawali oleh pengurangan waktu buka hingga terbatasnya operasional sejumlah tenant mengingat hanya diizinkan membuka beberapa tenant sesuai ketentuan PSBB.

    Adapun kontribusi pendapatan dari kegiatan operasional yang terdampak tersebut hanya mencapai 25 persen terhadap total pendapatan sepanjang tahun lalu. "Perseroan berusaha memperkecil efek dari dampak wabah Covid-19 tersebut dengan menyiapkan beberapa kebijakan," kata Olivia, Rabu, 27 Mei 2020.

    Untuk menekan dampak yang lebih jauh, Metropolitan Land berusaha menjaga ketersediaan arus kas agar cukup membiayai kebutuhan operasional dan membayar kewajiban pinjaman bank sampai dengan akhir tahun. Selain itu perusahaan membatasi pengeluaran atas kegiatan promosi iklan.

    Tak hanya itu, menurut Olivia, perusahaan juga menunda pemasaran pengembangan proyek baru dan memperlambat pembangunan proyek-proyek komersial yang sedang berlangsung. "Kemudian, menunda pembelian lahan untuk perluasan proyek baru serta menjaga rasio keuangan perseroan sesuai dengan ketentuan yang telah disyaratkan oleh bank."

    Selain Metropolitan Land, pengembang lain yang terdampak Corona dan tak bisa menghindari PHK adalah PT Sentul City Tbk. Perusahaan berkode saham BKSL itu melakukan PHK terhadap 20 karyawan, sedangkan 89 orang terdampak dengan status lain.

    Sekretaris Perusahaan BKSL Kwee Liana Kumala menyatakan bahwa Corona telah berdampak pada penghentian kegiatan operasional selama 3 bulan. Lini bisnis yang terganggu selama corona ini adalah hotel dan penjualan properti di Sentul City, Bukit Jonggol Asri, GazeIle Indonesia, Sentul PP Properti, dan Natura City Development di Serpong.

    Padahal, kontribusi dari sektor yang dihentikan operasionalnya tersebut ke total pendapatan perusahaan mencapai 75 persen pada tahun lalu.

    Untuk menghindari dampak yang jauh lebih besar, BKSL telah merampingkan organisasi dan melakukan berbagai langkah efisiensi. Negosiasi juga dilakukan dengan pihak kreditur untuk meminta keringanan, baik dari segi besaran bunga, tata cara dan tenggang waktu pembayaran bunga dan pokok pinjaman.

    Hal senada terjadi pada PT Pikko Land Development Tbk. yang melakukan PHK terhadap 15 karyawannya, sedangkan yang telah dirumahkan berjumlah tujuh orang.

    Direktur Utama PT Pikko Land Development Tbk. Nio Yantony mengatakan bahwa kondisi sulit ini berdampak signifikan pada proses penjualan perusahaan berkode saham RODA itu. "Saat ini penjualan turun 90 persen," ucapnya.

    Walhasil, sebagian operasional Pikko Land telah dihentikan sementara selama kurang lebih 3 bulan, padahal kontribusi pendapatan dari kegiatan operasional yang dihentikan itu mencapai 75 persen sepanjang tahun lalu. Selain penjualan anjlok, proses pembangunan proyek yang dikembangkan anak perusahaan pun terpaksa ada yang ditunda sementara waktu.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.