PSBB Berakhir Mei, Mal di Malang Siap Beroperasi Juni

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengamanan pusat perbelanjaan jelang perayaan Natal.  ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Ilustrasi pengamanan pusat perbelanjaan jelang perayaan Natal. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Suwanto mengatakan, seluruh anggota APPBI sudah diminta menerapkan protokol kesehatan menyambut new normal. Protokol ini pun sebenarnya sudah diterapkan sejak awal Maret lalu, awal dimulainya Malang Raya menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. 

    “Jadi di masing-masing mal sudah kami siapkan. Cuci tangan di pintu masuk. Kemudian kami minta seluruh anggota untuk pakai face field, hand sanitizer, dan menyiapkan thermo gun. Penyemprotan disinfektan secara rutin dan menyiapkan pola physicial distancing seperti di restoran dan departemen store,” kata Suwanto, Rabu sore, 27 Mei 2020. 

    Tiga daerah di wilayah Malang Raya bersepakat tidak memperpanjang pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Pembatasan sosial cukup dilakukan satu putaran sejak 17 Mei sampai 30 Mei nanti. 

    Selain mensosialisasikan rencana new normal pada seluruh anggotanya, APPBI mensosialisasikan kepada pengunjung dengan memasang informasi protokol kesehatan di pintu masuk semua mal. Jumlah pengunjung pun dibatasi maksimal 300 orang dengan pintu masuk dan pintu keluar dibuat berbeda agar jumlah pengunjung lebih gampang dikontrol dan juga supaya pengunjung tidak saling berdekatan.   

    “Nanti di pintu masuk ada petugas checker. Begitu jumlah pengunjung tercapai 300 orang, langsung kita close. Pengunjung lain harus antre sampai yang di dalam keluar. Antrean kami buat berjarak per satu meter. Seluruh pengunjung wajib pakai masker,” kata Suwanto. 

    Suwanto mengaku pembatasan jumlah pengunjung mempengaruhi putaran nilai ekonomi di mal. Ia tak menyebut nilai kerugian yang ditanggung. 

    Namun, kata dia, ada perubahan mencolok pada kebiasaan konsumen. Konsumen saat ini tidak ingin berlama-lama saat berbelanja. Mereka langsung bayar dan pulang jika sudah menemukan barang yang dibutuhkan. Pengunjung sekarang ogah berdesakan atau berkerumun.

    ABDI PURMONO  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.