Iman Brotoseno Diminta Selesaikan Masalah Utang TVRI

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iman Brotoseno. Facebook/@iman brotoseno

    Iman Brotoseno. Facebook/@iman brotoseno

    TEMPO.CO, JakartaIman Brotoseno resmi dilantik menjadi Direktur Utama Pengganti Antarwaktu TVRI untuk masa tugas 2020-2022. Dewan Pengawas TVRI mengatakan sejumlah pekerjaan rumah sudah menanti Iman.

    “Terpilihnya dirut baru diharapkan dapat menyelesaikan berbagai persoalan manajemen sebelumnya,” kata Ketua Dewas TVRI Arief Hidayat Thamrin kepada Tempo di Jakarta, Rabu, 27 Mei 2020.

    Tiga masalah yang harus diselesaikan bos baru TVRI itu adalah persoalan utang lembaga penyiaran pemerintah kepada pihak ketiga, kesejahteraan karyawan melalui pengajuan anggaran ke Kementerian Keuangan, dan masalah siaran yang bersifat kepublikan.

    Sebelumnya, Iman menjadi Dirut TVRI setelah melewati sejumlah tahapan seleksi dengan calon lainnya. Iman menjadi dirut antarwaktu, karena dirut lama, Helmy Yahya, telah diberhentikan oleh Dewas. 

    Meski begitu, gugatan hukum tengah dilakukan Helmy ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Inilah yang kemudian memicu protes dari Komite Penyelamat TVRI dan menilai proses seleksi ini penuh pelanggaran.

    Adapun masalah utang ini bukanlah hal yang baru. Sejak Januari 2020, Arief mengatakan TVRI baru pertama kali dalam sejarah memiliki utang dalam jumlah signifikan, yaitu di era Helmy Yahya. Total utang anggaran TVRI tahun 2019 yang dilimpahkan ke tahun 2020 tercatat Rp 37,8 miliar.

    "Makanya kami tidak ingin kerugian lembaga ini membawa sebuah kesulitan bagi TVRI ke depan dan kami tegas yang salah pasti jenderalnya sehingga kami melakukan pemberhentian pada Direktur Utama," ujar Arief dalam rapat bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.