Mal Akan Kembali Dibuka, Begini Persiapan Grand Indonesia

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pusat perbelanjaan di Grand Indonesia, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Penutupan sebagian pusat perbelanjaan dilakukan agar pekerjanya dapat berdiam di rumah dan mengurangi mobilisasi warga. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Suasana pusat perbelanjaan di Grand Indonesia, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Penutupan sebagian pusat perbelanjaan dilakukan agar pekerjanya dapat berdiam di rumah dan mengurangi mobilisasi warga. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Mal Grand Indonesia telah menyiapkan sejumlah protokol tatanan New Normal jika pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan tidak memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan mengizinkan mal kembali dibuka.

    "Kami akan melanjutkan apa yang telah kami lakukan sebelumnya yaitu pengecekan suhu tubuh semua orang yang memasuki area Grand Indonesia," kata Corporate Communication Grand Indonesia Annisa Hazarini, Rabu, 27 Mei 2020.

    Grand Indonesia (GI) sebelumnya mengumumkan akan tetap melakukan penutupan hingga 7 Juni 2020 mendatang sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang PSBB. Belakangan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta menyebutkan bahwa Grand Indonesia merupakan satu dari empat pusat perbelanjaan yang akan buka pada 8 Juni mendatang.

    Lebih jauh Annisa menjelaskan pengecekan suhu tubuh dilakukan terhadap pengunjung, karyawan GI, karyawan tenant, karyawan alih daya, vendor, kontraktor hingga pengemudi ojek daring yang masuk baik melalui pintu utama maupun loading dock. Selain itu seluruh pengunjung dan karyawan wajib menggunakan masker selama berada di area Grand Indonesia. Hand sanitizer juga akan disediakan di setiap lantai.

    Manajemen GI tetap menerapkan jaga jarak physical distancing dengan memasang stiker antrean di area pintu masuk, depan lift, di dalam lift, toilet, mushola, hingga antrean taksi.

    Dengan dibukanya kembali pusat perbelanjaan, masyarakat mungkin diperbolehkan untuk makan di tempat. Oleh karena itu Grand Indonesia akan mengurangi jumlah kursi di area tempat makan. "Mengurangi jumlah kursi yang ada di G Card counter, G Card Lounge, serta Foodprint untuk penerapan physical distancing," kata Annisa.

    Ia menambahkan manajemen Grand Indonesia  juga terus meningkatkan frekuensi pembersihan terhadap semua area publik yang bersentuhan langsung dengan pengunjung, seperti pegangan pintu, tombol lift, pegangan di dalam lift, pegangan eskalator, railing, dan toilet. Selain itu juga akan disediakan drop box untuk para G Card member yang ingin melakukan earning point, untuk menghindari tatap muka dengan petugas Customer Service.

    Meski begitu, manajemen Grand Indonesia masih menunggu aturan resmi pemerintah jam operasional serta kemungkinan pembatasan pengunjung jika mal dibuka. "Untuk pembatasan jumlah pengunjung dan apakah seluruh tenant kembali beroperasi atau tidak, kami menunggu arahan dari pemerintah," kata Annisa.

    ANTARA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Nyoblos di Saat Pandemi, Pilkada Berlangsung pada 9 Desember 2020

    Setelah tertunda karena wabah Covid-19, KPU, pemerintah, dan DPR memutuskan akan menyelenggarakan Pilkada 2020 pada 9 Desember di tahun sama.