Terapkan Protokol Ketat, Pengelola Jamin Mal Takkan Berjubel

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kedua kiri) Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (ketiga kanan), perwakilan dari Summarecon Mall Bekasi dan Walikota Bekasi Rahmat Effendy memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 26 Mei 2020. Kehadiran Presiden itu untuk meninjau persiapan prosedur pengoperasian mal yang berada di wilayah zona hijau, wabah COVID-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kedua kiri) Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (ketiga kanan), perwakilan dari Summarecon Mall Bekasi dan Walikota Bekasi Rahmat Effendy memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 26 Mei 2020. Kehadiran Presiden itu untuk meninjau persiapan prosedur pengoperasian mal yang berada di wilayah zona hijau, wabah COVID-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyambut new normal dan pembukaan 67 mal per 5 Juni 2020 mendatang, Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta optimistis mereka mampu bertransformasi. Mereka berjanji akan menyesuaikan dengan era kenormalan baru, sehingga mal akan lebih lega dan pengunjung tidak akan berdesakan.

    Setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta Jilid III rampung pada 4 Juni 2020 mendatang, APPBI mencatat sekitar 67 mal bakal beroperasi perdana pada 5 Juni 2020. Setelah itu,  6 mal lainnya akan dibuka pada 8 Juni 2020.

    Ketua APPBI DKI Jakarta Ellen Hidayat pun optimistis apabila PSBB pada akhirnya diperpanjang, mal tetap bisa beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat.

    "Bilamana pusat belanja melakukan new normal dengan mempersiapkan berbagai keamanan pengunjung dan karyawan dan juga mengikuti berbagai arahan pemerintah, maka mestinya tidak akan bermasalah," jelas Ellen dalam keterangannya, Selasa 26 Mei 2020.

    Ellen berharap besar hal ini dipertimbangkan karena sudah hampir 2 bulan kegiatan bisnis retailer di pusat belanja DKI mati suri. Pengelola pusat belanja dan retailer atau tenant, terutama UMKM, mengalami kesulitan finansial, terutama kesulitan arus kas.

    "Dengan dibukanya mal kembali, maka akan dapat membantu menggerakkan roda perekonomian nasional dan meningkatkan ketahanan bangsa Indonesia," jelasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.