Erick Thohir Prediksi Vaksin Corona Baru Ditemukan di Tahun 2021

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir (kanan) bersama Direktur IHC Dr Fatheema Djan Rachmat usai melihat fasilitas khusus corona atau COVID-19 di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Kamis, 16 April 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, JakartaMenteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir memperkirakan vaksin virus Corona atau Covid-19 baru bisa ditemukan pada tahun 2021. Saat ini, ia telah mendorong Biofarma untuk bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk bisa menemukan vaksin penyakit tersebut.

"Jangan menjadi pressure, tapi kemungkinan kalau kita menemukan vaksin itu nanti mungkin baru Q1 sampai Q4 2021," ujar Erick Thohir dalam konferensi video, Selasa, 26 Mei 2020. Artinya, kalau dihitung dengan asumsi vaksin ditemukan pada Februari tahun depan, butuh waktu setidaknya sekitar 9 bulan lagi sejak saat ini.

Saat ini, kata Erick, Biofarma sudah hampir dua bulan mencoba mencari solusi dari penyakit tersebut. Mereka telah berkomunikasi dengan pihak dari Cina, menghubungi CEPI, hingga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, BPPT, dan lembaga Eijkman guna menemukan vaksin tersebut.

Sebelum vaksin itu ditemukan, kata Erick, mau tidak mau masyarakat harus membiasakan diri berdisiplin dengan kondisi normal baru atau The New Normal. "Karena meskipun kita nanti coba vaksin ini pun kan enggak langsung bisa," ujar dia. Ia berharap tidak akan terjadi gelombang kedua dari wabah ini.

Saat ini, Erick tengah mempersiapkan perusahaan pelat merah untuk mengantisipasi situasi The New Normal. Ia menilai penerapan skenario The New Normal tidak akan berlangsung dalam waktu cepat. Sebab, kondisi tersebut menuntut perubahan kebiasaan masyarakat.

"The New Normal ini saya rasa akan butuh waktu 4-5 bulan ke depan jadi enggak bisa langsung jadi, karena ini mengubah habit masyarakat yang sebelumnya seperti ini menjadi seperti ini," ujar Erick. Penerapan protokol dalam skenario New Normal pun diperkirakan berbeda-beda pada setiap sektor, termasuk di BUMN.

Ia mengatakan pada masa normal baru, beberapa kegiatan harus dilakukan dengan jarak jauh, misalnya dengan menerapkan sistem digital.Namun, ada perusahaan yang tidak bisa sepenuhnya menerapkan sistem digital lantaran harus melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Kondisi normal baru juga memaksa adanya perubahan pada sistem di perseroan. Sehingga perlu ada uji coba alias trial and error dari perubahan sistem. "Yang namanya protokol harus diuji coba dulu untuk dilihat kurangnya di mana dan kita upgrade lagi," tutur Erick. "Ini memang  tidak mudah dijabarkan tapi harus dilakukan, protokol Covid-19 memang harus melihat kejadian di lapangan."

Saat ini, Erick sudah menerbitkan surat edaran nomor S-336/MBU/05/2020 tertanggal 15 Mei 2020. Berdasarkan surat itu, ia meminta BUMN pada 25 Mei untuk merampungkan prosedur dan standar operasional perusahaan selama masa pemulihan. Kemudian protokol yang sudah disiapkan tersebut disosialisasikan pada karyawan.

Erick mengatakan surat edaran tersebut diterbitkan sejak awal untuk mempersiapkan perusahaan pelat merah kalau sewaktu-waktu ada pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar di suatu daerah di Indonesia. Pasalnya, menurut dia, protokol Covid-19 perlu disiapkan sejak dini sebelum PSBB dilonggarkan.

Sehingga, ketika PSBB diperlonggar, perseroan sudah siap dengan protokolnya. Apalagi, kata Erick, setiap perusahaan memiliki pasti protokol yang berbeda-beda tergantung kebutuhan di bidangnya.






Erick Thohir Promosi Ekonomi Indonesia ke Mahasiswa London School of Economic

1 jam lalu

Erick Thohir Promosi Ekonomi Indonesia ke Mahasiswa London School of Economic

Erick Thohir menemui mahasiswa Indonesia di London School of Economic. Dia menjadikan kesempatan itu untuk mengingatkan lagi potensi ekonomi Indonesia


Terkini Bisnis: Erick Thohir Berduka atas Tragedi Kanjuruhan, Hampir Semua Petani Kecil Tak Bisa Akses KUR

5 jam lalu

Terkini Bisnis: Erick Thohir Berduka atas Tragedi Kanjuruhan, Hampir Semua Petani Kecil Tak Bisa Akses KUR

Berita terkini ekonomi dan bisnis sepanjang Ahad siang 2 Oktober 2022 dimulai dari komentar Erick Thohir atas insiden di Stadion Kanjuruhan.


Tragedi Stadion Kanjuruhan, Menteri BUMN Erick Thohir: Sepak Bola Seharusnya Jadi Pemersatu

10 jam lalu

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Menteri BUMN Erick Thohir: Sepak Bola Seharusnya Jadi Pemersatu

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan dukacita mendalam atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, 1 Oktober 2022


Petrokimia Gresik Resmikan Sekolah Makmur, Erick Thohir: Jaga Kedaulan Pangan Indonesia

1 hari lalu

Petrokimia Gresik Resmikan Sekolah Makmur, Erick Thohir: Jaga Kedaulan Pangan Indonesia

Petrokimia Gresik meresmikan program Sekolah Makmur yang ditandai dengan pemberangkatan 30 Taruna Makmur ke berbagai daerah, dari Gresik, Jawa Timur.


Terpopuler Bisnis: Investasi Lebih Baik dari Menabung saat Resesi, Inflasi Kuartal IV Tembus 7 Persen

2 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Investasi Lebih Baik dari Menabung saat Resesi, Inflasi Kuartal IV Tembus 7 Persen

Berita terpopuler ekonomi bisnis kemarin dimulai dari perencana keuangan menyarankan masyarakat untuk menghindari menabung di bank saat resesi.


Ini Kata Mahasiswa yang Dikunjungi Jokowi di BUMN Startup Day

2 hari lalu

Ini Kata Mahasiswa yang Dikunjungi Jokowi di BUMN Startup Day

Pertamina mengusung lima tim jebolan Pertamuda 2021 di ajang kegiatan BUMN Startup Day. Seluruhnya digawangi mahasiswa: Unair, UI, UGM, UB.


Erick Thohir Tunjuk Heru Handayanto Jadi Direktur Keuangan Baru IFG

2 hari lalu

Erick Thohir Tunjuk Heru Handayanto Jadi Direktur Keuangan Baru IFG

Kementerian BUMN yang dipimpin Erick Thohir menetapkan Heru Handayanto sebagai direktur keuangan di IFG.


Sebut Utang BUMN Rp 1.500 T Masih Sehat, Ini Penjelasan Erick Thohir

3 hari lalu

Sebut Utang BUMN Rp 1.500 T Masih Sehat, Ini Penjelasan Erick Thohir

Erick Thohir mengungkapkan jumlah utang BUMN cukup sehat meski menembus Rp1.500 triliun.


Staf Khusus Erick Thohir Sebut PMN Tidak Digelontorkan untuk BUMN Rugi

3 hari lalu

Staf Khusus Erick Thohir Sebut PMN Tidak Digelontorkan untuk BUMN Rugi

Arya menampik anggapan bahwa PMN digelontorkan untuk perusahaan pelat merah yang minus.


Anindya Bakrie Ungkap Target di Oxford United, Siap Beri Kesempatan buat Pemain Indonesia

4 hari lalu

Anindya Bakrie Ungkap Target di Oxford United, Siap Beri Kesempatan buat Pemain Indonesia

Setelah resmi menjadi pemilik mayoritas saham klub sepam bola Oxford United --bersama Erick Thohir-- Anindya Bakrie mengungkap sejumlah targetnya.