Skenario Kerja New Normal untuk ASN Siap Diterbitkan Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti Kirab Pusaka Tombak Abirawa di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Sabtu, 31 Agustus 2019. Kirab yang juga diikuti oleh komunitas pecinta pusaka tersebut digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H yang bertepatan dengan malam 1 Suro dalam penanggalan Jawa, dan sebagai wujud nguri-uri budaya tradisi Jawa serta untuk wadah promosi pariwisata setempat. ANTARA

    Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti Kirab Pusaka Tombak Abirawa di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Sabtu, 31 Agustus 2019. Kirab yang juga diikuti oleh komunitas pecinta pusaka tersebut digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H yang bertepatan dengan malam 1 Suro dalam penanggalan Jawa, dan sebagai wujud nguri-uri budaya tradisi Jawa serta untuk wadah promosi pariwisata setempat. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Dwi Wahyu Atmaji mengatakan kementeriannya bakal menerbitkan aturan soal skenario new normal untuk Aparatur Sipil Negara pada pekan ini.

    "Tunggu dalam minggu ini Insya Allah bisa kami jelaskan," ujar dia kepada Tempo, Selasa, 26 Mei 2020. Karena itu, ia belum bisa menyampaikan secara rinci isi aturan itu sebelum diterbitkan. Namun, ia mengatakan garis besar kebijakan tersebut kurang lebih sama dengan yang disampaikan beberapa waktu lalu.

    Sebelumnya, ia mengatakan kementeriannya tengah menyiapkan skenario new normal untuk Aparatur Sipil Negara di tengah pandemi Covid-19. "Kira-kira ada tiga komponen dalam skenario new normal untuk ASN," ujar dia kepada Tempo, Jumat, 22 Mei 2020.

    Salah satu yang diatur dalam skenario tersebut adalah mengenai sistem kerja para pegawai pelat merah. Ia mengatakan nantinya akan diterapkan sistem flexible working arrangement alias ASN bisa bekerja dari kantor, rumah, atau tempat lain.

    Secara terperinci, skenario new normal akan menjelaskan siapa saja dan jenis pekerjaan apa yang bisa dilaksanakan dengan sistem kerja tersebut. Selain itu, akan diatur juga mengenai berapa hari dalam sepekan skema tersebut berlaku.

    "Dalam penerapan flexibel working arrangement, manajemen kinerja diperkuat, misalnya output jelas, siapa mengerjakan apa itu jelas, ada ada target waktunya," ujar Atmadji. Selain itu, skema kerja itu juga bakal diperkuat dengan sistem IT yang baik.

    Dalam skenario new normal , kata Atmadji, penerapan teknologi informasi dan komunikasi perlu ditingkatkan. Misalnya dalam penggunaan kantor elektronik atau e-office yang paperless, penggunaan tanda tangan digital, hingga pengurangan jumlah rapat fisik. "Sebagian besar rapat dilakukan dengan video conference."

    Selain sistem kerja, Atmadji mengatakan skenario new normal juga akan mengatur soal penerapan protokol kesehatan. Misalnya, soal jaga jarak di tempat kerja, pemakaian masker dan cuci tangan untuk mencegah penularan virus selama bekerja. Untuk itu, nantinya akan diperlukan penyesuaian sarana dan ruang kerja.

    Hingga saat ini, rincian batasan usia pegawai yang bakal diperbolehkan untuk beraktivitas lagi masih belum ditetapkan. Adapun protokol new normal itu pun baru akan dikeluarkan setelah ada arahan dari Gugus Tugas Covid-19. "(Sampai sekarang) belum tahu. Tunggu arahan Gugus Tugas," ujar Atmadji.

    Sebelumnya, Pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang kebijakan bekerja dari rumah atau work from home bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga 29 Mei 2020. Selanjutnya, sistem kerja dari rumah untuk ASN ini akan dievaluasi kembali. 

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Nyoblos di Saat Pandemi, Pilkada Berlangsung pada 9 Desember 2020

    Setelah tertunda karena wabah Covid-19, KPU, pemerintah, dan DPR memutuskan akan menyelenggarakan Pilkada 2020 pada 9 Desember di tahun sama.