New Normal, Begini Cara Pengusaha Properti Perkuat Daya Tawar

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menawarkan properti pada pengunjung dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, 16 November 2019. Pameran ini digelar dalam rangka ulang tahun KPR ke-43. TEMPO/Fajar Januarta

    Petugas menawarkan properti pada pengunjung dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, 16 November 2019. Pameran ini digelar dalam rangka ulang tahun KPR ke-43. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Commercial and Business Development Director AKR Land Alvin Andronicus menilai para pengusaha properti nasional perlu memperkuat daya tawar produknya di tengah pandemi corona dan juga ketika wabah tersebut usai. Hal ini perlu dilakukan agar produk tersebut dapat terus diserap oleh pasar dan permintaan perlahan pulih kembali.

    Alvin mengatakan bahwa sektor properti juga dihadapkan oleh kebiasaan baru menyambut tatanan hidup baru alias new normal. Terlebih selama ini, hampir semua penjualan subsektor properti termasuk residensial mengalami penurunan yang cukup signifikan akibat dampak virus corona jenis baru penyebab Covid-19. 

    "Prinsip dasar new normal adalah mengubah kebiasaan lama ke dalam bentuk kebiasaan baru. Bisnis properti harus menyesuaikan kondisi yang banyak berjumpa fisik dengan cara digital activity," kata Alvin, Ahad, 24 Mei 2020.

    Daya tawar properti, yang termasuk di dalamnya berupa penawaran spesifikasi produk, harga yang kompetitif, dan keunggulan lainnya harus jauh lebih diperkuat guna mencapai kesepakatan proses transaksi meskipun tanpa temu secara fisik.

    Apalagi, kata Alvin, media yang digunakan dalam beberapa waktu ke depan di tengah pembatasan sosial dan wacana tatanan hidup baru dipastikan akan melalui sarana digital baik dalam hal promosi dan peluncuran produk baru. "Show unit yang secara kunjungan fisik dilokasi harus biasakan melalui web secara visual digital dan berupa 360° yang bebas diekpresikan."

    Dalam mengenalkan produk baru pada publik dan agen, menurut Alvin, pengusaha properti harus terbiasa secara aktif berkomunikasi melalui aplikasi pesan instan, telepon, dan video conference. Akan tetapi, jika terpaksa harus temu secara fisik maka yang harus diperhatikan adalah protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

    Bisnis, kata dia, harus tetap jalan dan komunikasi dengan pasar harus ke sistem new normal dengan perbanyak aktivitas promosi melalui medsos dan juga buatkan bentuk graphic design yang menarik. "Bagaimana pun pasar penjual dan pasar pembeli tetap butuh informasi produk, daya tawar serta transaksi yang bersifat digital," tuturnya.

    Dia mengatakan bahwa perubahan sikap pelaku pasar properti tersebut agar bisa tetap mencari peluang meski terimpit ketidakpastian ekonomi akibat wabah virus corona. Dengan segala usaha, maka diharapkan lebih cepat dalam proses penjualan yang lebih efektif dan efisien.

    Lagi pula, kata Alvin, zaman sekarang setiap orang sudah terhubung dengan mudah di era digital 4.0 tanpa ada batas waktu dan ruang. Dengan demikian bisnis properti akan memiliki kesempatan yang lebih besar. "Diharapkan semoga para pengusaha properti lebih cepat bangkit dari pelemahan selama beberapa tahun belakangan ini," kata dia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Nyoblos di Saat Pandemi, Pilkada Berlangsung pada 9 Desember 2020

    Setelah tertunda karena wabah Covid-19, KPU, pemerintah, dan DPR memutuskan akan menyelenggarakan Pilkada 2020 pada 9 Desember di tahun sama.