Sri Mulyani: Tantangan Hadapi Pandemi Corona Masih Panjang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkeu Sri Mulyani memberikan keterangan pers terkait laporan APBN 2019 di Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. Menkeu menyatakan realisasi APBN 2019 masih terarah dan terkendali meskipun terjadi defisit sebesar Rp353 triliun atau sebesar 2,20 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Tempo/Tony Hartawan

    Menkeu Sri Mulyani memberikan keterangan pers terkait laporan APBN 2019 di Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. Menkeu menyatakan realisasi APBN 2019 masih terarah dan terkendali meskipun terjadi defisit sebesar Rp353 triliun atau sebesar 2,20 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta jajarannya tetap memegang teguh persaudaraan dan silaturahmi di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19. Ia melihat persoalan ini belum akan selesai dalam waktu dekat.

    "Saya ingin menyampaikan kepada seluruh jajaran pimpinan hingga pelaksana. Anda semuanya masih akan menghadapi tantangan yang panjang, jadi tolong kita dalam persaudaraan sebangsa se-Tanah Air, bahkan se-umat manusia, karena Covid-19 bukan hanya di Indonesia," ujar Sri Mulyani dalam acara silaturahmi virtual Kementerian Keuangan, Senin, 25 Mei 2020.

    "Dalam persaudaraan dan perikemanusiaan ini kita terus menjaga silaturahmi, menjaga pikiran hati kita dan semangat untuk berikhtiar di mana pun anda berada."

    Ia mengatakan sejak awal tahun Kementerian Keuangan terus mencoba mendesain keuangan negara untuk mengatasi wabah Covid-19. Beberapa kebijakan yang telah dilahirkan, tutur dia, antara lain stimulus ekonomi jilid I hingga jilid III, hingga Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020, serta peraturan-peraturan turunan dan implementasinya. "Perjalanan kita belum selesai, kita masih berada di awal."

    Sri Mulyani pun mendorong jajarannya untuk menjalankan tugas apa pun dan di posisi  mana pun dengan kecintaan dan ikhtiar luar biasa. Serta menjadikan segala upaya tersebut sebagai amalan ibadah.

    "Jadikan setiap hari adalah amalan kita, sebuah kombinasi antara ikhtiar yang luar biasa, namun tawakal dan pasrah kepada yang maha kuasa untuk menuntun kita untuk mencari jalan keluar mengatasi dan mendapatkan kemudahan," kata Sri Mulyani.

    Di samping itu, Sri Mulyani memastikan komitmen kementeriannya untuk menjalankan tugas bagi negara tidak berubah di tengah pandemi Covid-19. "Meskipun dengan perubahan cara kita bekerja dan cara melaksanakan tanggung jawab yang berbeda, tapi esensinya kita punya komitmen yang tidak berubah."

    Ia menyebutkan, dalam waktu kurang dari enam bulan semenjak Virus Corona muncul di dunia dan kemudian menjadi pandemi, hidup manusia di seluruh dunia berubah luar biasa. Perubahan juga terjadi pada cara bekerja Kementerian Keuangan.

    Contohnya, sudah lebih dari dua bulan sebagian pegawai kementeriannya tidak melihat kantor lantaran harus bekerja dari rumah. Namun, kementeriannya tetap harus tetap mengambil kebijakan dan memberikan solusi atas persoalan yang terjadi belakangan.

    "Alhamdulillah, hingga saat ini, baik seluruh level pimpinan sampai pelaksana terus melaksanakan seluruh amalan-amalan dalam rangka menjalankan tugas dan tanggung jawab secara dedikatif. Luar biasa, komitmennya, integritasnya, kompetensinya itu tidak terkompromikan karena adanya Covid," ujar Sri Mulyani.

    Bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun mengatakan bahwa Kementerian Keuangan sebagai penjaga keuangan negara sejatinya dituntun untuk mengeluarkan kebijakan untuk membantu negara menghadapi tantangan. Tantangan itu misalnya di bidang kesehatan, sosial, ekonomi, hingga tantangan untuk mencegah krisis akibat Covid-19 meluas di keuangan.

    "Namun kita juga harus membimbing organisasi kita sendiri. Membimbing anak buah sendiri. Bagaimana anak buah tetap menjalankan tugasnya di mana pun mereka berada. Ada yang di depan, di garis depan, seperti teman-teman Bea Cukai yang harus menjaga dan berinteraksi langsung dengan lalu lintas manusia dan lalu lintas barang," ujar Sri Mulyani.

    Karena itu, Sri Mulyani berterima kasih kepada para pegawai kementeriannya yang tetap melaksanakan tugas di lapangan, meski risikonya tinggi. Juga kepada seluruh jajaran, misalnya di Direktorat Jenderal Pajak, Perbendaharaan, Kekayaan Negara, hingga Bea Cukai yang terus melayani masyarakat umum di tengah kondisi pandemi ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.