H+1 Lebaran, Kemenhub: Lalu Lintas ke dan dari Jakarta Landai

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto kolase perbandingan suasana kendaraan yang melintas di pintu Tol Cikampek Utama, Karawang, sebelum (atas) dan saat pandemi virus Corona (bawah), Jawa Barat, Sabtu, 23 Mei 2020. Menjelang Lebaran, salah satu titik kepadatan arus mudik di ruas tol Cikampek terpantau sepi dikarenakan adanya larangan mudik dari Pemerintah demi mencegah penyebaran wabah virus Corona. ANTARA/Nova Wahyudi

    Foto kolase perbandingan suasana kendaraan yang melintas di pintu Tol Cikampek Utama, Karawang, sebelum (atas) dan saat pandemi virus Corona (bawah), Jawa Barat, Sabtu, 23 Mei 2020. Menjelang Lebaran, salah satu titik kepadatan arus mudik di ruas tol Cikampek terpantau sepi dikarenakan adanya larangan mudik dari Pemerintah demi mencegah penyebaran wabah virus Corona. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan hingga siang hari ini atau hari pertama setelah Lebaran (H+1) belum terjadi keramaian lalu lintas dari kendaraan yang keluar atau menuju Jakarta. Bahkan, menurut dia, lalu lintas saat ini masih sepi.

    "Belum (ada keramaian), masih sepi landai saja," kata Budi saat dihubungi, Senin, 25 Mei 2020. Namun Budi masih enggan membeberkan jumlah volume kendaraan yang masuk, maupun keluar Jakarta.

    PT Jasa Marga (Persero) Tbk, mencatat sebanyak 465.582 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui arah Timur, arah barat dan selatan dalam sepekan terakhir Lebaran. Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan angka ini turun 62 persen dari lalu lintas (lalin) di periode Lebaran 2019.

    "Untuk distribusi lalu lintas di ketiga arah adalah sebesar 39 persen dari arah Timur, 34 persen dari arah Barat dan 27 persen dari arah Selatan," ujar Dwimawan dalam siaran pers, Ahad, 24 Mei 2020.

    Adapun rinciannya yakni lalu lintas meninggalkan Jakarta dari arah timur merupakan kontribusi lalin dari dua Gerbang Tol (GT) pengganti GT Cikarang Utama, yaitu GT Cikampek Utama untuk pengguna jalan menuju Jalan Tol Trans Jawa dan GT Kalihurip Utama untuk pengguna jalan menuju Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi.

    Untuk distribusi lalu lintas untuk GT Cikampek Utama 1, dengan jumlah 103.440 kendaraan, turun sebesar 81 persen dari Lebaran 2019. Selain itu, GT Kalihurip Utama 1, dengan jumlah 76.357 kendaraan, turun sebesar 64persen dari Lebaran tahun 2019.

    "Total kendaraan yang melintas menuju arah Timur adalah sebanyak 179.797 kendaraan, turun sebesar 76 persen dari Lebaran tahun 2019," kata Dwimawan.

    Lalu untuk arah barat JSMR mencatat jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari arah Barat melalui GT Cikupa Jalan Tol Merak-Tangerang adalah sebesar 157.926 kendaraan. Angka ini turun sebesar 42 persen dari Lebaran tahun 2019.

    Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari arah Selatan/Lokal melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi adalah sebesar 127.859 kendaraan. Jumlah itu turun sebesar 33 persen dari Lebaran tahun 2019.

    Untuk lalu lintas harian sejak H-7 s.d H-1 Lebaran 2020, Jasa Marga mencatat lalu lintas tertinggi untuk kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari ketiga arah tersebut terjadi pada H-4 Lebaran 2020, yaitu sebesar 92.668 kendaraan.

    Sebelumnya pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H. Beleid itu juga diikuti oleh Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 04 Tahun 2020, yang juga menjadi landasan pelarangan mudik Lebaran tahun ini untuk memutus rantai penyebaran virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.