Pengguna Tol Balikpapan - Samarinda Turun 60 Persen Kala Pandemi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda seksi 2,3 dan 4 di Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa 17 Desember 2019. Tol seksi 2,3 dan 4 yang akan melintasi ibu kota baru itu memiliki panjang 57,8 kilometer dari total lima seksi Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,3 kilometer. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda seksi 2,3 dan 4 di Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa 17 Desember 2019. Tol seksi 2,3 dan 4 yang akan melintasi ibu kota baru itu memiliki panjang 57,8 kilometer dari total lima seksi Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,3 kilometer. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Balikpapan - Pemanfaatan ruas Tol Balikpapan - Samarinda yang diresmikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi akhir tahun lalu menurun signifikan di tengah pandemi Covid-19.

    Direktur Teknik PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS), Edy Nugroho mengatakan selama pandemi Covid-19 jumlah kendaraan anjlok hingga 60 persen dibandingkan sebelum ada wabah. “Kendaraan yang lewat paling cuma 3.000-4.000 saja. Tidak ada peningkatan yang signifikan meskipun Lebaran,” kata Edy saat dihubungi, Minggu, 24 Mei 2020.

    Edy menjelaskan pengendara yang melewati tol pertama di Kalimantan ini baik dari Balikpapan atau Samarinda jumlahnya sama.

    “Karena jumlah trafiknya pun sama, [pada Lebaran ini] kami hanya siapkan tim satgas [satuan tugas] untuk memantau sesuai protokol Covid-19. Kami tempatkan di rest area dan setiap gate,” jelasnya.

    Edy menuturkan bahwa Tol Balikpapan-Samarinda belum dioperasikan sepenuhnya untuk Lebaran. Masih ada beberapa ruas tol di seksi I dan V yang belum rampung.

    "Kemungkinan akan selesai 100 persen lada bulan Juli,” ucapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dirjen Hubjat: 3 Poin Utama Pedoman Teknis Keselamatan Pesepeda

    Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub menyebutkan tiga pokok utama pedoman teknis keselamatan pesepeda. Ada tiga poin yang perlu diperhatikan.