Kemenhub Klaim Pengawasan Mudik pada Hari Lebaran Terkendali

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto kolase perbandingan suasana kendaraan yang melintas di pintu Tol Cikampek Utama, Karawang, sebelum (atas) dan saat pandemi virus Corona (bawah), Jawa Barat, Sabtu, 23 Mei 2020. Menjelang Lebaran, salah satu titik kepadatan arus mudik di ruas tol Cikampek terpantau sepi dikarenakan adanya larangan mudik dari Pemerintah demi mencegah penyebaran wabah virus Corona. ANTARA/Nova Wahyudi

    Foto kolase perbandingan suasana kendaraan yang melintas di pintu Tol Cikampek Utama, Karawang, sebelum (atas) dan saat pandemi virus Corona (bawah), Jawa Barat, Sabtu, 23 Mei 2020. Menjelang Lebaran, salah satu titik kepadatan arus mudik di ruas tol Cikampek terpantau sepi dikarenakan adanya larangan mudik dari Pemerintah demi mencegah penyebaran wabah virus Corona. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perhubungan mengklaim pengawasan terhadap lalu-lintas mudik pada hari H Lebaran Ahad, 24 Mei 2020, terkendali. Petugas sebelumnya telah memperketat pengawasan di area luar maupun dalam wilayah Jabodetabek.

    “Berdasarkan hasil pemantauan dan pengawasan tim gabungan di lapangan, dilaporkan pengendalian transportasi umum maupun kendaraan pribadi di Jabodetabek pada hari raya Idul Fitri terkendali dengan baik,” tutur Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

    Pada hari H dan H+1 Lebaran, Kementerian bersama Polri dan pihak terkait lainnya menambah jumlah petugas di titik-titik cek poin. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya lalu-lintas mudik keluar dan masuk wilayah Jabodetabek.

    Menurut Adita, saat ini Kementerian telah memastikan transportasi yang beroperasi di masa pelarangan mudik adalah angkutan yang membawa penumpang khusus sesuai dengan kriteria dan syarat seperti yang ditetapkan dalam Surat Edaran Tim Gugus Tugas Nomor 4 Tahun 2020. Selain kepentingan khusus, lalu-lintas kendaraan yang melaju pun hanya untuk transportasi barang atau logistik.

    Di samping itu, Adita memastikan pemberlakuan protokol kesehatan di simpul transportasi, baik di terminal, stasiun, bandara, maupun dalam armada diterapkan sesuai dengan ketentuan.
    Penerapan protokol kesehatan berupa penerapan jaga jarak fisik atau physical distancing juga diyakini tetap tetap berlaku.

    Dengan aturan ini, jumlah penumpang kendaraan pribadi dan umum yang beroperasi maksimal hanya boleh mengangkut 50 persen dari total kapasitas penumpang. Sedangkan untuk kereta api perkotaan (KRL) maksimal 35 persen dari total kapasitas.

    Terkait lalu-lintas transportasi di dalam Jabodetabek, Adita menyebut Kementerian dan pengelola PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah membatasi perjalanan kereta rel listrik saat Lebaran dengan jam operasional mulai pukul 05.00-08.00 WIB pada pagi hari. Selanjutnya, pada sore hari dioperasikan pukul 16.00-18.00 WIB.

    Di luar jam operasional tersebut, stasiun akan ditutup. Begitu pula dengan waktu operasional Bus Transjakarta. Pada 24 Mei, bus hanya akan mengangkut penumpang pukul 10.00 hingga 18.00 WIB. Sedangkan pada Lebaran hari kedua atau 25 Mei, Transjakarta akan beroperasi mulai pukul 06.00 sampai 18.00 WIB.

    "Sementara itu waktu operasional angkutan umum regular di Bodetabek (di luar DKI Jakarta) tetap sama seperti di awal penerapan PSBB, yaitu pada pukul 05.00 sampai 19.00 WIB," ucapnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dirjen Hubjat: 3 Poin Utama Pedoman Teknis Keselamatan Pesepeda

    Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub menyebutkan tiga pokok utama pedoman teknis keselamatan pesepeda. Ada tiga poin yang perlu diperhatikan.