Kesan Lebaran 2020 bagi Susi Pudjiastuti: Keramaian Berkurang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susi Pudjiastuti menceritakan saat dia mengongkrak harga ikan layur dari Rp 700 menjadi Rp 11 ribu per kilogram. Foto: Youtube

    Susi Pudjiastuti menceritakan saat dia mengongkrak harga ikan layur dari Rp 700 menjadi Rp 11 ribu per kilogram. Foto: Youtube

    Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, memiliki kesan berbeda pada Lebaran 1441 Hijriah kali ini. Di tengah pandemi virus corona, dia memandang Idul Fitri tahun ini jauh dari suasana ramai.

    "Yang berbeda adalah kegiatannya dan keramaiannya. Jauh berkurang," ujar Susi dalam pesan pendek kepada Tempo, Sabtu, 23 Mei 2020.

    Bahkan, tak seperti tahun-tahun lalu, Susi pun kali ini tidak menghelat gelar griya atau open house untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Bila umumnya bos Susi Air ini menyajikan hidangan aneka rupa, kali ini dia tak banyak menyediakan makanan di rumah.

    Sebagai gantinya, Susi memberikan bantuan berupa sembako serta makanan kepada orang-orang yang membutuhkan.
    "Dua hari lalu kami juga antar makanan ke rumah-rumah janda," ucapnya.

    Meski begitu, Susi mengatakan makna Lebaran kali ini tak berubah sedikit pun.
    Hanya, menurut dia, ada kebiasaan silaturahmi yang sedikit berubah.

    "Silaturahmi dengan jarak, salam dan senyum berjarak. Lebih aman visual saja pakai Skype, WhatsApp, Zoom," ucapnya.

    Tahun lalu, Susi merayakan Lebaran di Jakarta. Kala itu ia masih menjabat sebagai menteri di Kabinet Indonesia Kerja Jokowi dan mengaku baru pertama kali merayakan hari raya Idul Fitri di Ibu Kota. Sebab, dari tahun ke tahun, bos Susi Air itu selalu berlebaran bersama keluarganya di Pangandaran.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.