H-1 Lebaran, Penumpang Bandara di Tanjungpinang Hanya 2 Orang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penumpang di bandara. AP/Dita Alangkara

    Ilustrasi penumpang di bandara. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Tanjungpinang - Bandara Raja Haji Fisabillah (RHF) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, hanya melayani dua penumpang menggunakan maskapai Susi Air tujuan Dabo Singkep pada H-1 Lebaran atau Idul Fitri 1441 Hijiriah, Sabtu, 23 Mei 2020.

    "Hari ini hanya ada penerbangan Susi Air ke Dabo Singkep dengan jumlah penumpang sebanyak dua orang," kata Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Bandara RHF, Bravian Bambang Y.

    Bravian menyebut, sebenarnya ada dua penerbangan yang saat ini beroperasi di Bandara RHF. Namun, satu penerbangan lainnya, yakni maskapai Garuda Indonesia sedang tidak beroperasi karena sepi penumpang.

    "Baru dua hari yang lalu Garuda beroperasi ke Jakarta, itu pun penumpangnya hanya sekitar 37 orang," katanya.

    Kendati demikian, kata dia, kondisi bandara RHF tetap buka seperti biasanya.

    Pengelola bandara juga melakukan upaya penghematan dan efisiensi penggunaan fasilitas di tengah penurunan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

    "Penghematan penggunaan listrik untuk penerangan dan AC," katanya.

    Berdasarkan pantauan ANTARA, Sabtu sore, kondisi bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II tersebut jauh dari hiruk pikuk penumpang serta aktivitas penunjang bandara lainnya.

    Padahal biasanya jika mendekati hari besar keagamaan seperti Lebaran, arus lalu lintas di terminal bandara ini cukup padat di mana dalam sehari jumlah penumpang bisa mencapai 1.000 orang.

    Bahkan, pada Lebaran 2019, Bandara RHF setidaknya melayani lima penerbangan yaitu tujuan Jakarta (dua penerbangan), Pekanbaru, Dabo Singkep, dan Batam.

    ANTARA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.