Tak Gelar Open House, Susi Pudjiastuti Antar Makanan ke Tetangga

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuplikan video Susi Pudjiastuti saat memasak ikan Mangmung Bumbu Rujak. Foto: Tangkapan layar YouTube Susi Pudjiastuti

    Cuplikan video Susi Pudjiastuti saat memasak ikan Mangmung Bumbu Rujak. Foto: Tangkapan layar YouTube Susi Pudjiastuti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang berbeda dengan Lebaran yang dirayakan Susi Pudjiastuti tahun ini. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu tak merencanakan open house atau gelar griya di kampung halamannya, Pangandaran, seperti yang lazim dilakukan tahun-tahun sebelumnya.

    Di tengah pandemi corona, Susi memilih menggantikan acara yang bersifat mengundang keramaian dengan mengantarkan sembako serta makanan matang ke rumah-rumah tetangganya yang membutuhkan. Dia juga memberikan sembako serta uang tunai sebagai bentuk bantuan pribadi.

    "Tahun ini kegiatan keramaiannya jauh berkurang. Jumlah makanan yang kami sediakan juga jauh berkurang. Sebagai gantinya, dua hari lalu kami antar (makanan) ke rumah-rumah janda," tutur Susi dalam pesan pendek kepada Tempo, Sabtu, 23 Mei 2020.

    Susi mengimbuhkan, sejatinya makna Lebaran tahun ini sama seperti tahun-tahun lampau. Hanya, menurut dia, ada kebiasaan yang sedikit berubah. Selain tak menghelat gelar griya, silaturahmi dilakukan secara jarak jauh, bahkan virtual.

    "Silaturahmi dengan jarak, salam dan senyum berjarak. Lebih aman visual saja pakai Skype, WhatsApp, Zoom," ucapnya.

    Tahun lalu, Susi merayakan Lebaran di Jakarta. Kala itu ia masih menjabat sebagai menteri di Kabinet Indonesia Kerja Jokowi dan mengaku baru pertama kali merayakan hari raya Idul Fitri di Ibu Kota. Sebab, dari tahun ke tahun, bos Susi Air itu selalu berlebaran bersama keluarganya di Pangandaran.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.