Hingga H-2 Lebaran, 430 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan melintas di area Gerbang Tol Cikarang Utama, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 20 Mei 2019. Diskon juga diberikan pada periode arus balik Lebaran, yaitu pada 10 Juni 2019 pukul 00.00 WIB sampai dengan 12 Juni 2019 pukul 23.59 WIB. ANTARA

    Kendaraan melintas di area Gerbang Tol Cikarang Utama, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 20 Mei 2019. Diskon juga diberikan pada periode arus balik Lebaran, yaitu pada 10 Juni 2019 pukul 00.00 WIB sampai dengan 12 Juni 2019 pukul 23.59 WIB. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat, kendaraan keluar dari Jakarta sepanjang H-7 hingga H-2 Lebaran sebanyak 430.993 unit. Kendaraan meninggalkan Ibu Kota ke arah timur, selatan, dan barat.

    "Angka ini turun 61 persen dari lalu-lintas di periode Lebaran 2019," kata Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru dalam keterangan tertulis, Sabtu, 23 Mei 2020.

    Adapun kendaraan yang menuju arah timur tercatat sebanyak 39 persen dari total pergerakan. Kendaraan umumnya melaju melalui Gerbang Tol (GT) pengganti GT Cikarang Utama dan GT Kalihurip Utama.

    Jumlah kendaraan melalui GT Cikampek Utama I tercatat sebanyak 96.693 unit atau turun 80 persen dari Lebaran tahun lalu. Sedangkan kendaraan yang melewati GT Kalihurip Utama I terdata sebanyak 72.856 unit atau turun 61 persen dari periode yang sama 2019. Dengan begitu, tutur Dwimawan, total kendaraan yang melintas menuju arah timur sebanyak 169.549 unit.

    Sementara itu, kendaraan menuju arah barat tercatat sebesar 34 persen dari total pergerakan. Pengendera umumnya melewati GT Cikupa, Jalan Tol Merak-Tangerang. Jasa Marga mencatat kendaraan yang lewat di GT ini sebanyak 146.276 unit.

    Sedangkan untuk kendaraan yang melintas ke arah selatan terdata sebesar 27 persen dari total pergerakan. Pengencara umumnya melewati GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi. Saat ini ada sebanyak 115.168 kendaraan melalui gerbang tol itu.

    Dwimawan masyarakat tetap di rumah untuk menekan tingkat persebaran virus corona. "Selain itu batasi perjalanan dan jaga jarak, keluar rumah hanya untuk keadaan yang mendesak, serta wajib mengenakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah," ucapnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.