Kemendag dan Australia Teken 4 Kerja Sama Dagang secara Virtual

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) didampingi Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (kanan) mengikuti ASEAN Economic Community (AEC) Council Meeting ke-18 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Kamis, 31 Oktober 2019. ANTARA

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) didampingi Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (kanan) mengikuti ASEAN Economic Community (AEC) Council Meeting ke-18 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Kamis, 31 Oktober 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) bersama Kedutaan Besar RI Canberra, Konsulat Jenderal RI Sydney, dan Indonesian Ttrade Promotion Center (ITPC) Sydney, memfasilitasi penandatanganan empat kontrak kerja sama perusahaan Australia dengan eksportir di Indonesia.

    "Sebagai negara bertetangga, Indonesia dan Australia saling bergantung satu sama lain. Selain itu, ini merupakan kesempatan Indonesia untuk melakukan penetrasi pasar ke Australia,” kata Plt Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan Muhri, melalui siaran pers, Jumat, 22 Mei 2020. 

    Perjanjian kerja sama tersebut dilakukan secara virtual pada Rabu 20 Mei 2020. Langkah kerja sama tersebut sekaligus mendorong implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA−CEPA).

    Adapun empat kontrak kerja sama (MoU) yang ditanda tangani pada hari itu, terdiri dari MoU antara Livingstone International Pty Ltd dengan PT Asia Cakra Ceria senilai US$ 1 juta untuk produk celemek dan variannya, ponco dan variannya, sarung tangan polietilen, serta penutup sepatu. Lalu Livingstone International Pty Ltd dengan PT Amarilys Karisma Gemilang senilai US$ 340 ribu untuk produk pot sampel dengan tutup berlabel yang dapat dipisahkan dan plastik daur ulang bening.

    Kemudian Bakso Rawit Pty Ltd dengan Gula Merah Lombok (UKM) senilai AU$ 54.432 untuk produk gula merah, serta Uniair Cargo Australia dengan PT Legato Global Anextama senilai AUD 24.720 untuk produk kotak karton bergelombang.

    Menurut Kasan, kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah Indonesia dalam menjawab harapan dan antusiasme kalangan dunia usaha Indonesia dan Australia menjelang implementasi IA-CEPA yang akan berlaku pada tanggal 5 Juli 2020. 

    Sementara itu, Duta Besar RI untuk Australia merangkap Vanuatu, Kristiarto Legowo, menekankan pentingnya semangat solidaritas dan kebersamaan dalam menyikapi tantangan bisnis di masa pandemi COVID-19.

    “Pemerintah RI senantiasa hadir untuk mendukung kalangan dunia usaha dan mendorong kegiatan bisnis kedua negara secara lebih optimal, khususnya dalam rangka meningkatkan akses pasar produk-produk Indonesia ke Australia,” kata Kristiarto.

    Pada kesempatan tersebut, Konjen RI New South Wales, Queensland dan South Australia, Heru Hartanto Subolo juga menyampaikan pembatasan jarak yang diterapkan oleh pemerintah Australia tidak menyurutkan langkah perwakilan RI di Australia untuk meningkatkan kesadaran kalangan bisnis Australia terhadap IA CEPA dan Indonesia.

    "Kegiatan promosi dan fasilitasi perdagangan produk Indonesia terus dilakukan,” kata Heru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.