Donasi Digital Via Tokopedia Naik 20 Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Tokopedia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Ilustrasi Tokopedia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan perdagangan elektronik, Tokopedia melihat adanya antusiasme sangat tinggi dari masyarakat dalam berbagi dan melalukan donasi digital dari rumah.

    Head of Tokopedia Salam, Garri Juanda mengatakan hal ini terlihat dari nilai transaksi pada fitur Donasi yang meningkat menjadi lebih dari 20 kali lipat selama Maret dan April 2020 jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

    “Melalui fitur ‘Bantu Pejuang Covid-19’, Tokopedia bersama masyarakat berhasil mengumpulkan sebesar Rp 7,3 miliar untuk membantu menyalurkan alat pelindung diri dan peralatan medis lainnya ke 131 rumah sakit dan institusi kesehatan di berbagai wilayah di Indonesia,” ucapnya, Jumat, 22 Mei 2020.

    Tokopedia telah membuka sejumlah jalur donasi, antara lain fitur Bantu Pejuang Covid-19, Bantu Terdampak Covid-19, Kotak Amal, serta Donasi Sembako melalui halaman Checkout Tokopedia.

    “Kami bekerja sama dengan sejumlah lembaga kemanusiaan amanah dan terpercaya, donasi yang terkumpul disalurkan secara berkala untuk masyarakat terdampak pandemi,” ujarnya.

    Selain itu, dia mengatakan pihaknya bekerja sama dengan OVO dan Grab untuk mengumpulkan donasi Rp 3 miliar yang disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pengadaan keperluan tenaga medis, seperti APD, masker, hand sanitizer, multivitamin dan sarung tangan.

    "Selama Ramadan, Tokopedia kembali berkolaborasi dengan OVO dan Grab untuk melipatgandakan setiap donasi yang terkumpul, sampai dengan Rp 1,5 miliar melalui Patungan Untuk Berbagi THR. Donasi tersebut disalurkan untuk membantu pekerja sektor informal di Indonesia, melalui donasi minim kontak; dari pengumpulan dana, pemesanan barang, hingga pengiriman,” ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.